Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 04 November 2010

>>KAJIAN ILMU BIOLOGI DAN BEBERAPA ASPEK PERKEMBANGANNYA

Disusun oleh :
1. Mohammad Emsa Arifin 100311400727
2. Uun Hariyanti 100311400746
3. Prilyana Mukti Wirayanti 100311400726
4. Afin Nur Latifa 100311400759
5. Tur Maudah 100311400752



Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
September 2010


KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan atas rahmat Allah SWT sehingga makalah ini dapat selesai pada waktunya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu kealaman dasar dengan tema biologi dan perkembangannya, asal usul kehidupan, perbedaan makhluk hidup dengan benda mati dan teori evolusi. Sesuai dengan tema yang diberikan makalah ini mengulas tentang perkembangan-perkembangan pada ilmu biologi dan berbagai hal lain yang mendukungnya. Dengan keterbatasan literatur penulis mencoba untuk menyusun makalah dengan sebaik mungkin.
Tak lupa penulis ucapkan terima kasih pada semua yang telah membantu terselesaikannya makalah ini. Penulis menyadari kalau makalah ini jauh dari sempurna oleh karena itu kritik yang membangun penulis harapkan untuk penulisan selanjutnya yang lebih baik.



Malang, 6 September 2010
Penulis








BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, dewasa ini semakin banyak penemuan-penemuan mutakhir dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengembangkannya sebagai bahan untuk menjawab perkembangan zaman yang semakin global. Biologi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Di dalam ilmu biologi, kita mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Sebelum makhluk hidup itu terbentuk pasti ada beberapa sistem penyusunnya. Sebagian besar dari penyusun makhluk hidup ini memiliki sistem yang sangat detail sehingga perlu adanya penguraian yang lebih mendalam.
Aristoteles berpendapat bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Pendapat itu dikenal dengan teori abiogenesis atau teori generation spontanea.
Teori ini gugur karena pada abad ke-17, Antonie van Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop. Penemuan mikroskop inilah yang mengawali berbagai macam percobaan untuk menguji teori-teori abiogenesis.
Leeuwenhoek mencoba mengamati air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop temuannya. Ternyata terlihat bahwa di dalam setetes air rendaman jerami tersebut terdapat benda-benda aneh yang sangat renik.
Apakah makhluk hidup itu timbul dari benda-benda yang membusuk ataukah pembusukan itu timbul dari adanya makhluk hidup?
Persoalan itu menjadi teka-teki yang sangat ramai dipertentangkan. Masalah ini dapat didekati dengan cara-cara penelitia yang tepat.
Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk mengadakan penelitian terhadap pandangan generation spontanea, diantaranya Lazzaro Spallanzani, berkebangsaan Italia, Fransisco Redi juga berkebangsaan Italia , dan Louis Pasteur berkebangsaan Perancis.
Dilihat dari aspek yang dipelajari, biologi memberikan banyak ruang bagi para ahli untuk melakukan berbagai riset untuk menemukan hal-hal baru yang sebenarnya itu semua terjadi di sekitar kita. Hal ini dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul dalam kehidupan dan dalam rangka memudahkan manusia untuk melakukan berbagai aktivitasnya
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang ada dalam biologi dan perkembangannya?
2. Bagaimana asal usul kehidupan?
3. Apa perbedaan makhluk hidup dengan benda mati?
4. Teori apa saja yang mendukung adanya evolusi ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui perkembangan pada makhluk hidup khususnya yang terjadi pada manusia.
2. Mengetahui asal usul kehidupan yang terjadi di bumi.
3. Memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara makhluk hidup dengan benda mati secara detail.
4. Menambah pengetahuan mengenai konsep evolusi yang sampai sekarang masih menjadi perbincangan yang hangat dalam dunia science.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Biologi dan Perkembangannya
Makhluk hidup disebut juga organisme yang meliputi manusia, hewan dan tumbuhan serta jasad renik. Ilmu yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup disebut biologi.
Biologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam mengalami berbagai perkembangan. Biologi bercabang menjadi ilmu-ilmu yang bersifat khusus sesuai dengan bahan kajiannya.
Cabang-cabang Biologi
Cabang Ilmu Biologi Hal-hal yang dikaji
Anatomi
Botani
Ekologi

Embriologi

Endokrinologi
Entomologi
Evolusi
Fisiologi

Genetika

Higienis

Mikologi
Mikrobiologi
Morfologi
Paleontologi
Parasitologi

Patologi
Sanitasi

Virologi
Zoologi Struktur tubuh makhluk hidup.
Tumbuhan dan kehidupan tumbuhan.
Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Mempelajari tentang perkembangan embrio sampai lahir.
Mempelajari tentang hormon.
Mempelajari tentang serangga.
Perkembangan makhluk hidup dari waktu ke waktu.
Proses-proses dan kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam makhluk hidup.
Cara pewarisan sifat-sifat individu kepada keturunannya.
Mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan organisme.
Mempelajari tentang jamur.
Kehidupan mikroorganisme.
Bentuk luar tubuh makhluk hidup.
Kehidupan masa lampau ditinjau dari fosil-fosilnya.
Kehidupan parasit dan pengaruh terhadap makhluk hidup.
Perihal berbagai penyakit.
Mempelajari tentang pengelolaan kesehatan melalui kebersihan lingkungan.
Virus dan pengaruhnya terhadap makhluk hidup.
Kehidupan hewan.

2.2 Asal usul kehidupan
- Teori Abiogenesis(Generatio Spontanea)
Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Teori Abiogenesis dicetuskan pertama kali oleh Aristoteles (334-322 SM) yang merupakan tokoh ilmu pengetahuan dari Yunani kuno.
Aristoteles melakukan pengamatan ikan-ikan di sungai. Ia berpendapat bahwa ada sebagian ikan-ikan di sungai tersebut yang berasal dari lumpur.
Teori Abiogenesis ini didukung oleh seorang ilmuwan Inggris pada tahun 1700 yang bernama Nedham. Ia mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan rebusan kaldu. Hasil rebusan kaldu kemudian dimasukkan ke dalam botol dan ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari ternyata air kaldu tersebut ditumbuhi bakteri. Akhirnya Nedham menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari air kaldu.
Teori ini gugur karena pada abad ke-17, Antonie van Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop. Penemuan mikroskop inilah yang mengawali berbagai macam percobaan untuk menguji teori-teori abiogenesis.
Leeuwenhoek mencoba mengamati air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop temuannya. Ternyata terlihat bahwa di dalam setetes air rendaman jerami tersebut terdapat benda-benda aneh yang sangat renik.



- Teori Biogenesis
Teori Biogenesis adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa asal kehidupan suatu makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. Semboyan teori Biogenesis adalah “omne vivum ex ovo” (makhluk hidup berasal dari telur), “omne vivum ex vivo” (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada). Teori biogenesis ini didukung oleh tokoh-tokoh biologi lain, seperti berikut :
a.) Percobaan Francisco Redi (1626-1698)
Fancesco Redi adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Italia, ia merupakan orang pertama yang membantah teori Generatio Spontanea. Ia melakukan eksperimen untuk mendapat fakta yang benar.
Perangkat percobaan Francisco Redi. Ia menggunakan daging segar yang diletakkan di dalam 3 tabung. Perlakuan tabung I dibiarkan terbuka, tabung II ditutup rapat, tabung III ditutup kain kasa.







Setelah beberapa hari Francisco Redi mendapatkan hasil eksperimen. Ternyata tabung yang tertutup rapat tidak ada mikroba. Tabung yang tertutup kain kasa terdapat sedikit mikroba, tabung yang dibiarkan terbuka terdapat banyak mikroba. Dari hasil eksperimen ini Francisco Redi menyimpulkan bahwa mikroba yang merupakan belatung yang terdapat pada daging tersebut berasal dari telur-telur lalat yang ditinggalkan pada saat lalat tersebut mengerumuni daging yang membusuk.
b.) Percobaan Spallanzani
Spallanzani adalah seorang tokoh ilmuwan dari Italia. Ia melakukan kegiatan eksperimen pada tahun 1765, untuk menentang teori Nedham. Spallanzani mengadakan pembuktian dengan air kaldu yang ditempatkan di dalam tabung.

Hasil percobaannya sama dengan Francisco Redi yaitu makhluk hidup berasal dari sesuatu yang hidup. Spallanzani menjelaskan bahwa kegagalan percobaan Nedham karena Nedham tidak merebus tabung cukup lama sampai semua organisme terbunuh dan Nedham juga tidak menutup tabung dengan rapat sehingga masih ada organisme yang masuk dan tumbuh.
c.) Percobaan Louis Pasteur
Louis Pateur melakukan percobaan pada tahun 1864. Tujuan percobaan Pasteur adalah untuk menguji dan memperbaiki percobaan dari redi dan Spallanzani. Pasteur membuat tabung berleher angsa yang agak tertutup namun masih dapat berhubungan dengan udara.

Prinsip tabung ini adalah udara dapat masuk ke dalam tabung, tapi debu akan menempel pada lengkungan leher tabung. Percobaan yang dilakukan Pateur adalah merebus kaldu hingga mendidih kemudian kaldu tersebut didiamkan beberapa saat di dalam tabung leher angsa. Setelah beberapa hari, bakteri tidak tumbuh pada kaldu tersebut, tetapi beberapa hari kemudian air kaldu sudah ditumbuhi bakteri.

- Teori Cosmozoic
Arrhenius menyatakan bahwa kehidupan pertama dimulai dari spora-spora kehidupan yang bersarna-sama dengan partikel debu alam disebarkan dari satu tempat ke tempat lain, di bawah pengaruh sinar matahari. Tetapi teori ini tidak memperhitungkan adanya temperatur yang begitu dingin dan juga sangat panas dan sinar - sinar yang mematikan yang terdapat di angkasa luar, seperti sinar kosmis, sinar ultra violet dan sinar infra merah.

- Teori Evolusi Biokimia
Tokoh pencetus teori ini yaitu Alexander Oparin. Menurut Oparin bahwa pada mulanya atmosfer bumi purba terdiri atas metana, amonia, uap air dan gas hidrogen. Gas-gas tersebut mengalami perubahan karena adanya pemanasan. Gas-gas itu berubah menjadi molekul organik sederhana jenis substansi asam amino.
Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik itu terakumulasidicekungan perairan membentuk premordial soup (campuran materi di lautan panas). Premordial soup lalu membentuk monomer. Monomer membentuk polimer. Polimer membentuk protobion (bentuk awal sel).
Pendapat Oparin didukung oleh Urey. Urey menyatakan bahwa atmosfer bumi purba terdiri atas metana, amonia, uap air dan gas hidrogen. Dengan adanya energi alam (halilintar dan sinar kosmis) campuran gas tersebut membentuk asam amino.
Stanley Miller melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teori Urey.












Alat ini terdiri atas bagian yang berupa sebuah tabung tertutup yang dihubungkan dengan 2 ruangan. Ruangan atas berisi beberapa gas yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi purba. Selanjutnya pada tempat ini diberikan percikan listrik yang menggambarkan halilintar. Kondensor berfungsi untuk mendinginkan gas, menyebabkan terbentuknya tetesan-tetesan air dan berakhir pada ruang pemanas kedua yang menggambarkan lautan. Beberapa molekul kompleks yang terbentuk di ruangan atmosfer, dilarutkan dalam tetesan-tetesan air ini dan dibawa ke ruangan lautan tempat sampel yang terbentuk diambil untuk dianalisis.

- Teori Evolusi Biologi
Teori ini merupakan lanjutan dari teori evolusi biokimia. Asam amino dari evolusi biokimia akan bergabung membentuk makromolekul. Teori ini dibuktikan oleh Sidney W. Fox, Larutan yang mengandung monomer-monomer organik diteteskan ke pasir, batu, atau tanah yang panas sehingga mengalami polimerasi. Hasil polimerasi dinamakan proteinoid. Apabila proteinoid dicampur dengan air dingin, terbentuklah mikrosfer/koaservant. Mikrosfer/koaservant ini mempunyai sifat hidup, mempunyai membran selektif permeable tetapi belum dikatakan hidup.
Menurut Oparin, koaservant ini mempunyai selaput sel primitif dari lipid dan protein. Oleh karena itu koaservant ini sebagai sel primitif yang disebut protosel. Protosel akan membentuk sel awal sebagai permulaan dari organisme uniseluler.
2.3 Perbedaan Makhluk Hidup dengan Benda Mati
Makhluk hidup dalam ilmu biologi disebut dengan biotik sedang benda mati disebut abiotik. Perbedaan biotik dan abiotik dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
a. Berkembangbiak
Semua makhluk hidup dapat berkembangbiak untuk mengembangkan keturunannya. Jika makhluk hidup tak mampu berkembangbiak maka suatu ketika akan punah. Sedangkan benda mati tidak dapat berkembang biak.
b. Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Benda mati tidak dapat bergerak. Adanya gerakan makhluk hidup karena mendapat rangsang dari dalam maupun dari luar.
c. Makanan
Semua makhluk hidup membutuhkan makanan untuk mendapatkan energi. Benda mati tidak membutuhkan makanan.
d. Bernafas
Semua makhluk hidup selalu bernafas. Bernafas ialah mengambil oksigen dari udara dan menggunakan di dalam tubuh. Sedangkan benda mati tidak bernafas.
e. Ekskresi
Makhluk hidup membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Makanan yang dibutuhkan tidak semuanya terpakai. Bagian yang tidak terpakai kemudian dibuang atau dikeluarkan. Pada benda mati, ekskresi tidak terjadi.
f. Ukuran
Semua makhluk hidup bersifat dinamis artinya dapat tumbuh dan berkembang menjadi besar. Sedangkan pada benda mati ukuran dipengaruhi oleh oleh faktor dari luar.
Komponen Biotik terdiri dari produsen, pengurai, konsumen, detrivora, predator dan parasit.

- Produsen
Semua organisme berhijau daun (berklorofil) tergolong produser. Karena memiliki klorofil, produser mampu mengubah zat organik dengan pertolongan cahaya. Zat anorganik yang diperlukan adalah CO2 dan H2O, yang akan diubah menjadi zat organic, yaitu gula (C6H12O6) yang akan diubah menjadi amilum (pati). Karena mampu memproduksi zat organik, organisme berklorofil dikenal sebagai produser. Produser dapat menyediakan bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya.
- Pengurai adalah mikroorganisme yang berperan menguraikan tubuh makhluk hidup lain yang mati atau sampah-sampah. Makhluk hidup yang tergolong pengurai adalah jamur dan bakteri. Sampah atau bangkai akan mengalami pembusukan terlebih dahulu dan akhirnya mengalami penguraian. Hasil penguraian dapat diserap oleh tumbuhan. Misalnya hasil penguraian dedaunan akan menjadi kompos yang kaya nutrient yang berguna bagi tumbuhan.
- Konsumen
Manusia,hewan dan tumbuhan yang tidak berklorofil (misalnya tali puteri) tidak mampu memproduksi zat organik dari zat-zat anorganik. Makhluk hidup yang tidak mampu menyusun zat organik sendiri disebut hidup secara heterotrof.
- Detrivora adalah organisme yang bertugas menguraikan sisa jasat mekhluk hidup menjadi partikel-partikel kecil. Peristiwa penguraian jasat makhluk hidup akan menghasilkan partikel-partikel sederhana yang disebut detritus.
- Predator dan parasit
Predator merupakan makhluk hidup yang berkedudukan sebagai konsumen yang memakan konsumen lain yang lebih lemah. Sedangkan parasit merupakan makhluk hidup yang tidak punya kemampuan membuat makanan sendiri. Parasit dibedakan menjadi 2 macam yaitu parasit fakultatif dan parasit obligat. Yang dimaksud parasit fakultatif yaitu golongan parasit yang masih mampu membuat makanannya sendiri. Parasit obligat yaitu golongan parasit yang sepenuhnya bergantung pada inangnya.
Komponen abiotik terdiri dari udara, air, tanah, topografi, cahaya.
- Udara
Suhu udara faktor ini dapat berupa suhui udara kelembaban dan angin.Kelembapan dapat diartikan sebagai kadar air yang terkandung di udara. Udara yang kelembabannya rendah dapat menyebabkan makhluk hidup di sekitarnya mengalami penguapan yang besar. Angin secara alami, udara oleh berbagai kondisi dapat bergerak. Udara yang bergerak itu disebut angin.
- Air
Merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Setiap sel makhluk hidup mengandung protoplasma yang di dalamnya terdapat kandungan air yang cukup tinggi.
- Tanah
Tanah merupakan tempat berpijak makhluk hidup. Faktor lain pada tanah yang juga menjadi bagian dari lingkungan adalah derajat keasaman tanah (pH tanah) , tekstur, dan kandungan unsur hara.
- Topografi
Disebut juga keadaan muka bumi pada suatu daerah. Topografi sangat mempengaruhi distribusi atau penyebaran makhluk hidup.
- Cahaya
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup.Tumbuhan menggunakan cahaya matahari dalam proses fotosintesis.
Biotik dan abiotik memiliki perbedaan yang sangat nyata namun keduanya tidak dapat dipisahkan. Apabila salah satu komponen dari keduanya ada yang hilang maka akan menyebabkan hilangnya komponen lain yang menyebabkan ketidak seimbangan dalam ekosistem.

2.4 Teori Evolusi
Semua makhluk hidup hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang dapat muncul dengan variasi baru sehingga menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. Adanya variasi-variasi tersebut dapat menyebabkan spesies baru. Peristiwa ini dikenal dengan dengan istilah evolusi. Jadi Evolusi adalah proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun.
Beberapa teori dari para ahli yang menjadi dasar dari teori evolusi, diantaranya sebagai berikut :
Teori Charles Darwin
- Pokok-pokok pikiran yang mendasari teori Darwin :
a. Tidak ada dua individu yang sama.
b. Setiap populasi cenderung untuk bertambah banyak karena mempunyai kemampuan utuk bereproduksi.
c. Untuk berkembang biak perlu adanya makanan dan ruangan yang cukup.
d. Kenyataan menunjukkan bahwa bertambahnya populasi tidak berjalan terus menerus tetapi kenaikan populasi dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas.
- Beberapa kenyataan yang berpijak pada teori Darwin:
a. Adanya variasi di dalam satu keturunan.
b. Adanya kecenderungan bertambah besarnya populasi.
c. Adanya perjuangan spesies untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
d. Adanya kenyataan bahwa individu yang berbeda akan melahirkan keturunan yang berbeda dan hanya individu yang mempunyai sifat yang sesuai dengan lingkungannya saja yang akan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
TEORI POKOK TENTANG EVOLUSI DARI DARWIN:
a. Spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di masa lampau.
b. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
Teori Lamarck
Menurut Lamarck spesies dapat berubah menjadi spesies baru tanpa pemisahan, garis keturunan yang tunggal diteruskan tidak terbatas, tanpa berakhir dengan kepunahan. Semua spesies modern sekarang ini diturunkan dari satu spesies nenek moyang. Spesies dapat berubah ketika mereka diturunkan dan mengalami perubahan susunan gen. Keanekaragaman sekarang ini dihasilkan dari satu nenek moyang melalui percabangan dan pemisahan spesies.
- Secara garis besar teori Lamarck :
a. Makhluk sederhana merupakan nenek moyang dari makhluk yang lebih sempurna.
b. Makhluk hidup akan selalu beradaptasi dengan lingkungannya dengan menggunakan organ tubuhnya.
c. Organ tubuh makhluk hidup yang sering digunakan akan berkembang terus, sedang organ yang tidak digunakan akan menghilang.
d. Perubahan organ tubuh dari suatu organisme akan diwariskan kepada keturunannya.

- PERSAMAAN TEORI DARWIN DAN LARMARCK :
Baik Darwin maupun Lamarck mengakui bahwa evolusi terjadi karena pengaruh lingkungan.
- PERBEDAAN TEORI DARWIN DAN LARMARCK :
Darwin à evolusi terjadi karena seleksi alam. Hanya organisme yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan tetap hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan terseleksi.
Lamarck à makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungan dengan menggunakan organnya. Perubahan organ tubuh hasil penyesuaian diwariskan kepada keturunannya.










BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Bicara tentang kehidupan tidak lepas dari ilmu biologi. Semuanya terangkum dalam suatu sistem yang kompleks yang saling berkaitan antar komponenya. Dari awal mula terciptanya makhluk hidup sampai dikemukakannya teori evolusi. Semua itu memberikan gambaran pada kita betapa kompleksnya permasalahan yang ada di dalam kehidupan ini. Untuk itu sebagai bagian dari komponen yang ada dalam kehidupan, manusia perlu mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan manusia itu sendiri.
3.2 Saran
Sebagai makhluk yang beradab dan memilki akal pikiran, manusia perlu mengkaji hal-hal yang terkait dengan dirinya baik itu mengenai lingkungan atau konsep-konsep dasar yang masih belum terpecahkan. Dalam suatu konsep yang ada, secara harfiah manusia bertanggung jawab pada segala hal yang ada di alam semesta ini. Untuk itu diharapkan manusia dapat memahami apa makna kehidupan dan mampu menjalankan kewajibannya.







DAFTAR PUSTAKA


Ridley, Mark. 1991. Masalah-Masalah Evolusi. Jakarta: Universitas Indonesia
Supeni Tri,SL Tobondo Mintje, Talumewo Yan Piet. 1997. Biologi SMU Jilid 1B. Jakarta: Erlangga.
Stanfield William D, Colome Jaime S, Cano Raul J. 2003. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1976. Makhluk Hidup. Jakarta: PN Balai Pustaka.
Wahyu, Iwan. 2006. Biologi SMA / MA Kelas X. Bogor: Regina.
Idel, Antoni, Halim, Abdul. Buku Pintar IPA – BIOLOGI untuk SMP. Surabaya: Gitamedia Press.
Windarsih, Gut, Arianti, Khori. 2008. Detik-Detik Ujian Nasional SMA/MA. Klaten: Intan Pariwara.
http://www.google.co.id/

>>PERANAN FISIKA DAN KIMIA DALAM KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Oleh:
Amaliyah Achidatul Islamiyah 100311404214
Dhini Woro Rahayuningrum 100311405161
Indah Yulianti 100311400747
Mohammad Agung 100311400739
Nurul Fitriyatul Jannah 100311400737






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
Agustus 2010


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang berjudul “Peranan Fisika dan Kimia dalam Kemajuan Ilmu Pengetahuan Alam” disusun Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar yang dibina oleh Bapak Hendra Susanto, S.Pd. M.Kes.
Makalah ini dapat terwujud berkat kerja sama dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini perkenankan penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Hendra Susanto, S.Pd. M.Kes. sebagai pembina dalam penyusunan makalah,
2. Dosen jurusan Matematika Universitas Negeri Malang dan teman-teman mahasiswa Universitas Negeri Malang,
3. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Sungguhpun tinggi keinginan penulis untuk selalu menyuguhkan yang terbaik. Namun karena penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan tanggapan, masukan, kritik serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah yang penulis susun.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca juga untuk pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar.

Penulis





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis, artinya kegiatan manusia yang tiada henti. Dari suatu percobaan akan menghasilkan konsep, selanjutnya dari konsep itu mendorong melakukan percobaaan berikutnya dan seterusnya. Ilmu alamiah lahir dari akumulasi pengalaman dari zaman ke zaman karena adanya rasa ingin tahu (curiousity) manusia terhadap segala yang terjadi di alam semesta.
“Ada dua faktor yang mendorong bertambahnya pengetahuan, yaitu: (1) dorongan untuk memuaskan diri, yang bersifat non praktis atau teoritis guna memenuhi rasa ingin tahu dan memahami tentang hakikat alam semesta dan isinya (menuju ke ilmu pengetahuan murni), (2) Dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup menuju ke tingkatan hidup yang lebih tinggi (menuju ke ilmu pengetahuan terapan)”(Drs. Maskoeri Jasin,2000:9).
Ilmu alamiah terbagi atas tiga cabang ilmu, yaitu: Fisika, Kimia, dan Biologi. Fisika mempelajari benda tidak hidup dari aspek wujud dengan perubahan-perubahan yang bersifat sementara. Kimia mempelajari tentang benda hidup dan tak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan-perubahan yang bersifat tetap. Sedangkan Biologi mempelajari tentang makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
Ilmu fisika dan kimia sama-sama mempelajari tentang benda tak hidup dan perubahannya. Oleh karena itu segala fenomena alam di jagat raya ini memiliki hubungan dengan ilmu fisika dan kimia. Dimulai dari fenomena yang paling sederhana ketika menjemur pakaian yang memanfaatkan ilmu fisika berupa perubahan wujud dari zat cair menjadi gas yang disebut dengan penguapan, hingga fenomena rencana pengalihan sumber energi dari sumber konvensional (minyak bumi, gas alam, dan lain-lain) menuju sumber energi nuklir yang jauh lebih efisien dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu kimia.
Dari uraian di atas dapat diketahui betapa pentingnya peranan ilmu fisika dan ilmu kimia di dalam kehidupan. Sesungguhnya tidak ada fenomena alam di muka bumi yang terlepas dari kedua Ilmu pengetahuan tersebut. Oleh karena diperlukan pembahasan yang lebih mendalam tentang fisika dan kimia serta peranannya dalam kehidupan. Dengan mempelajari hal ini, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda mampu berpikir kritis untuk memanfaatkan benda-benda di alam semesta ini secara efektif dan efisien guna menambah kesejahteraan bangsa.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah hakikat ilmu fisika dan kimia?
2. Apakah tujuan mempelajari ilmu fisika dan kimia?
3. Apakah peranan ilmu fisika dan kimia dalam kemajuan ilmu pengetahuan alam?
4. Bagaimanakah perkembangan ilmu fisika dan kimia?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui hakikat ilmu fisika dan kimia.
2. Untuk mengetahui tujuan mempelajari ilmu fisika dan kimia.
3. Untuk mengetahui peranan ilmu fisika dan kimia dalam kemajuan ilmu pengetahuan alam.
4. Untuk mengetahui perkembangan ilmu fisika dan kimia.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Mahasiswa
1. Menambah wawasan mahasiswa tentang manfaat dan peranan ilmu fisika dan kimia dalam kemajuan ilmu pengetahuan alam.
2. Menjawab rasa keingintahuan tentang perkembangan ilmu fisika dan kimia.
3. Memancing minat mahasiswa untuk lebih aktif menulis makalah.

1.4.2 Bagi Penulis
1. Menambah wawasan penulis tentang manfaat dan peranan ilmu fisika dan kimia dalam kemajuan ilmu pengetahuan alam.
2. Menambah wawasan penulis tentang pembuatan makalah.




























BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Hakikat Ilmu Fisika dan Kimia
2.1.1 Hakikat Ilmu Fisika
Banyak ilmuwan yang mencoba mendefinisikan tentang ilmu fisika, namun selalu saja definisi tersebut kurang tepat dan kurang sempurna.
Secara singkat fisika dapat didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang zat dengan segala sifat dan ciri-cirinya, dan energi dengan segala manifestasinya, seperti gerak, panas, cahaya, dan sebagainya.
Dalam kehidupan sehari-hari, fisika memiliki peranan yang sangat penting. Selain sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang tersendiri, fisika juga merupakan ilmu pengetahuan dasar yang dapat digunakan sebagai landasan ilmu pengetahuan lainnya. Baik ilmu pengetahuan murni seperti kimia dan biologi, maupun ilmu pengetahuan terapan seperti teknologi, kedokteran, pertanian, dan lain-lain. Banyak contoh di sekitar kita, misalnya mikroskop elektron yang dipakai dalam bidang ilmu biologi dan kedokteran, penggunaan radioaktivitas dalam semua bidang ilmu pengetahuan, tenaga nuklir yang suatu saat dapat mengganti sumber energi alam konvensional, radio transistor, televisi, sinar laser, dan alat elektronika lain yang dapat dijumpai dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun fisika berperan peting dalam kehidupan, bukan berarti fisika lebih daripada ilmu pengetahuan lain. Setiap ilmu memiliki peranan masing-masing dalam kehidupan dan akan saling melengkapi satu sama lain.
Dalam fisika dipelajari cara-cara menemukan hukum alam dengan jalan menginterpretasikan sifat-sifat alam dalam kehidupan sekitar. Interpretasi sifat-sifat alam dalam kehidupan sekitar dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan fenomena alam yang terjadi, menghubungkan satu sama lain, membuat hipotesisnya, melakukan observasi, dan menarik kesimpulan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

2.1.2 Hakikat Ilmu Kimia
Kimia merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan peubahan-perubahan yang bersifat tetap. Kimia mempelajari macam-macam zat dan sifatnya. Setiap zat terdiri dari atom-atom, suatu atom terdiri dari elektron-elektron. Atom-atom tersebut bergabung dengan dirinya sendiri dan dengan atom lain untuk membentuk suatu zat.
Sedangkan ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari bagaimana benda atau materi di alam raya dapat diubah dari bentuk yang ada dengan sifat-sifat tertentu menjadi bentuk-bentuk lain dengan sifat yang bebeda-beda. Sebagai contoh ilmu kimia memberikan pengetahuan yang memungkinkan untuk perubahan bentuk dari minyak alami menjadi berbagai macam bahan bakar.
Kimia mencakup pengujian materi-materi yang ditemukan dalam berbagai macam wujud, bentuk, maupun warna. Materi-materi tersebut memiliki sifat berbeda-beda dan saling mempengaruhi satu sama lain. Zat cair selalu menempati ruang dan mengalir menurut ruang yang ditempatinya. Sama halnya dengan zat gas, reaksi yang ditimbulkan oleh campuran beberapa zat cair juga berbeda, ada yang cepat bereaksi, bereaksi perlahan, maupun tidak bereaksi sama sekali. Ada juga beberapa macam zat padat yang keras dan rapuh, sebagian lagi lembut dan tidak berbentuk. Kedua macam zat padat tersebut juga saling berinteeraksi satu sama lain. Dapat disimpulkan, berbagai macam zat memiliki banyak sifat berbeda, dan dapat bereaksi satu sama lain walaupun tidak semua sifat zat dapat bereaksi dengan baik satu sama lain. Pendek kata, Kimia mempelajari pengujian terhadap peristiwa-peristiwa alam dan interaksi sesamanya di alam.
Zat padat memiliki susunan komponen secara tetap, zat cair akan memiliki susunan komponen secara tetap pula. Namun hanya dalam waktu singkat komponen-komponen tersebut terurai sendiri-sendiri. Zat gas terdiri dari kombinasi beberapa elemen yang disusun dalam unit tersendiri dan terpisah satu sama lain.

2.2 Tujuan Mempelajari Ilmu Fisika dan Kimia
1. Mempelajari cara pengendalian dan pemanfaatan sumber daya alam.
2. Untuk lebih mendalami dalam memahami tujuan dan arti dari kehidupan.
3. Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
4. Fisika membangkitkan ide-ide baru untuk persiapan menghadapi perubahan zaman.
5. Ilmu Fisika relevan untuk menunjang berbagai macam kehidupan.
6. Fisika membantu mempelajari cara-cara menemukan hukum alam melalui eksperimen dan observasi.
7. Untuk menjelaskan hubungan mendasar yang melibatkan ilmu-ilmu lain seperti kimia dan biologi pada tingkat atom dan molekul.

2.3 Peranan Ilmu Fisika dan Kimia
2.3.1 Peranan Fisika dalam Kemajuan Ilmu Pengetahuan Alam
1. Menghasilkan teknologi, industri, alat-alat, bentuk-bentuk baru dari transportasi yang akan sangat membantu kemajuan hidup manusia.
2. Mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang muncul di sekitar kita dan meningkatkan penghargaan atas apa yang terjadi di sekitar kita.
3. Membawa keuntungan ekonomi dan sosial secara umum.
4. Menjamin adanya standar kehidupan yang tinggi dan peningkatan kualitas kesehatan manusia.




2.3.2 Peranan Kimia dalam Kehidupan
1. Kimia menjelaskan kepada kita bagaimana suatu zat bisa mempengaruhi satu sama lain, terbentuk dari apakah zat-zat tersebut, dan bagaimana mereka mengalami perkembangan.
2. Memprediksi dengan metode – metode ilmiah tentang bagaimana suatu hal akan terjadi muka bumi.
3. Mengembangkan pola pikir manusia untuk mengetahui lebih lanjut fenomena – fenomena yang terjadi di alam.
4. Membawa keuntungan ekonomi secara umum.
2.4 Perkembangan Ilmu Fisika dan Kimia
2.4.1 Perkembangan Ilmu Fisika
PERIODE PERTAMA : awal 1550 tahun masehi
Pada era ini, terdapat beberapa kemajuan dalam pengumpulan fakta – fakta fisika sebagai hasil observasi fenomena – fenomena alam. Namun teori fisika sulit untuk dikembangkan , karena sebagian masih merupakan spekulasi dari para ahli ilmu metafisika sebagian juga karena masih berupa fakta – fakta yang belum dapat dibuktikan kebenarannya dalam eksperimen berdasarkan teori – teori yang telah dikemukakan. Ciri – ciri utama dari periode ini adalah ketidakadaannya eksperimen yang sistematis.
1. Orang – orang yunani, tulisan – tulisan tentang bagian – bagian prinsip mendasar seperti pengamatan benda, kelembaman, teori atom dan perkiraan kecepatan cahaya yang terdefinisi.
2. Thales Miletus ( 624-547 S.M), mengemukakan bahwa bumi sebetulnya mempunyai bentuk bulat sempurna ( bola ).
3. Phytagoras (580-500 S.M), mengemukakan bahwa seluruh jagad raya mempunyai berbentuk bola
4. Anaxagoras (500-428 S.M) and Empedocles (484-424 S.M) mengemukakan bahwa alam semesta merupakan ruangan kosong dan sebagian besar berisi partikel yang tidak terlihat dan tidak bisa dibagi lagi dengan jumlah tak terbatas yang mana masing – masing diantaranya mempunyai bentuk, posisi dan susunan yang berbeda
5. Aristotle (384-332 S.M) mengemukakan bahwa matahari, bintang – bintang dan planet – planet bergerak bebas membentuk lingkaran mengeliling bumi sebagai pusatnya (bumi sebagai pusat tata surya).
6. Aristarchus (about 310-230 S.M) mengemukakan bahwa matahari dan bintang – bintang tidak bergerak; bumi berevolui mengitari mengelilingi matahari dengan lintasan yang bulat dan matahari berada di tengah – tengahnya sebagai pusat.
7. Archimedes (287-212 S.M) mengemukakan bahwa suatu benda padat bila dimasukkan ke dalam suatu cairan akan menuju ke dasar cairan tersebut, dan ketika ditimbang beratnya akan lebih ringan dari berat yang sebenarnya.
8. Era peralihan dari penemu – penemu yunani ke copernicus adanya penemuan alat optik, pembiasan, gaya, kelembaman dan hukum gerak.
9. Sistem Copernicus (1473-1543) membantah teori aristoteles dengan menyatakan bahwa mataharilah yang sebenarnya menjadi pusat dari tata surya,dan bumi, planet –planet, serta benda langit yang lain mengitarinya.

PERIODE KEDUA
Kemajuan bilangan dasar dibuat selama periode ini oleh sejumlah ilmuwan seperti Golbert, Galileo, Newton, Huygens, dan Boyle. Tapi karakteristik yang paling penting adalah perkembangan dan penetapan metode eksperimen sebagai hal yang bisa dajadikan keterangan ilmiah.
Periode ini diawali oleh kerja klasik dari Galileo, tapi itu menghabiskan waktu hampir dua abad lebih untuk bisa mendapat pengakuan secara internasonal.
1. Galileo Galilei
Pada tahun 1610 membuat teleskop dengan ukuran 30 diameter. Kemudian menemukan satelit dari Jupiter, fase-fase pembentukan Venus, bintik matahari, rotasi sari matahari.

2. Tycho Brake dan Kepler
Menemukan teori baru dari pergerakan planet-planet. Teori pergerakan planet-planet tersebut adalah:
a) Planet bergerak mengitari matahari pada orbit yang berbentuk elips dengan matahari sebagai pusat.
b) Garis yang menghubungkan planet dan matahari akan menyapu luas juring dan dalam waktu yang sama.
c) Perbandingan kuadrat periode revolusi planet (T2)terhadap jari-jari rata-rata planet pangkat tiga (R3) selalu tetap untuk setiap planet.
Masa Penyebaran Metode Eksperimen
3. Pada 1600 Gilbert mengemukakan “de magnete”. Dia memperkenalkan bahwa bumi adalah magnet yang kuat. Gellibrand menemukan variasi dari deklinasi magnet.
4. Snell: menemukan hukum tentang pembiasan.
5. Torruelli: menemukan prinsip barometer dan mengobservasi variasi tinggi barometrik dengan ketinggian air laut.
6. Guericke: menemukan pompa udara.
7. Pascal: mengukur perbedaan tinggi barometrik dintara dasar dan puncak gunung , menjelaskan alasan perbedaan itu, dan menyiarkan prinsip terkenal tentang hidrostatis.
8. Sir Isaac Newton: menemukan bahwa sinar putih terbuat dari sprektrum warna. Dispersi, pembiasan, pemantulan cahaya. Bidang mekani, penemuannya tentang konsep massa yang terakhir menemukan hukum tentang gravitasi.
Semasa dengan Newton
9. Robert Boyle penemu hukum Boyle
10. Huygens: menemukan teori gelombang cahaya
11. Rober Hooke peneu hukum Hooke pada elastisitas.
Mekanika selama abad 18
12. Daniel Bernoulli bekerja pada hidrodinamika, teori kinetik gas.
13. Euler bekerja sama dengan Bernoulli menemukan hukum kekekalan momentum anguler (1746)
Kalor selama abad 18
14. Gekko menemukan termometer udara pada 1597. Tapi pertama termometer merkuri digunakan oleh Kireher pada tahun 1643. Kemudian pada tahun 1427 Fahrenhait mengusulkan skala suhu menggunakan namanya. Diikutu Reamus pada 1742 lalu skala celcius. Jams Black membuat ukuran untuk kalor uap dan dapat memberikan definisi untuk membedakan antara suhu dan panas (kalor).
Cahaya selama abad 18
15. Peristiwa penting yang terjadi adalah adanya penemuan penyimpangan cahaya oleh Bradley tahun 1728. Romer menetapkan kecepatan cahaya dengan mempelajari gerakan Jupier’s moon.
Kelistrikan selama abad 18
16. Stephen Gray dapat membedakan Konduktor dan non konduktor listrik .
17. Du Eay menunjukkan ada dua macam cairan kelistrikan yang disebut irtreous dan resinous.
18. Selama setengah abad 18 pertama, elektroskop diemukan oleh Hawksbel pada 1705. Pergesekan mesin listrik jugs dikembangkan.
19. Cavandish dan Coulumb memulai penelitian kuantitatif tentang kelistrikan akhir periode dua.

PERIODE KETIGA (1800-1890)
Pada era ini memiliki karakteristik yang disebut dengan Fisika Klasik yang jauh berbeda dengan Fisika Kuantum pada masa kini. Penemuan-penemuannya antara lain:


1. Teori Radiasi Kalor
Yang menyatakan suatu benda menyerap kalor dari lingkungannya apabila suhunya lebih kecil dari suhu lingkungan, dan memancarkan kalor bila suhu benda lebih besar dari suhu lingkungan. Apabila suhu benda sama dengan suhu lingkungan maka dalam keadaan setimbang, benda menyerap sekaligus memancarkan kalor.
2. Teori Kinetik Gas
Suatu teori yang membahas tentang gas ideal, tekanan gas, temperatur, kecepatan efektif partikel gas, dan derajat kebebasan.
3. Hukum II Termodinamika
Hukum yang membahas hubungan antara kalor dan kerja mekanik atau energi dalam bentuk lain. Beberapa pernyataan umum tentang hukum II termodinamika antara lain sebagai berikut:
Menurut Clausius: Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya.
Menurut Kelvin-Vlanck: Tidak mungkin membangun suatu mesin yang bekerja dalam satu siklus dengan mengambil panas dari suatu benda reservoir dan menghasilkan kerja sebesar panas yang diambil.
Hukum Termodinamika II dinyatakan dalam entropi: Total entropi jagad raya tidak berubah ketika proses reversible terjadi bertambah ketika proses irreversible terjadi.
4. Efek Dopler
Menyatakan hubungan antara sumber bunyi dan pengamat (pendengar) dalam kaitannya dengan gelombang.
a. Jika sumber bunyi dan pendengar relatih mendekat, maka frekuensi terdengar lebih tinggi
b. Jika sumber bunyi dan pendengar relatif menjauh, maka frekuensi terdengar lebih rendah.
c. Jika sumber bunyi dan pendengar relatif diam, maka frekuensi terdengar sama.

5. Penemuan Oersted
Jika magnet jaru ditempatkan di dekat kawat berarus listrik maka terjadi penyimpangan, sehingga dapat disimpulkan bahwa arus listrik menimbulkan medan magnet di sekitarnya.
6. Hukum Biot-Savart
Medan magnet dinyatakan dengan besaran induksi magnet B, B adalah besaran vektor
7. Hukum Faraday
Hukum – hukum yang meliputi :
a. Induksi Elektromagnetik
b. Elektrolisis
c. Konservasi energi
Masih banyak lagi penemuan-penemuan yang tidak disebutkan di sini. Penemuan di atas hanyalah penemuan-penemuan yang telah penulis ketahui.

PERIODE KEEMPAT ( 1887 – Sekarang)
Periode ke empat bisa dikatakan dimulai pada saat penemuan efek fotolistrik (1887). Pada dekade pertamadi periode ini muncul banyak penemuan penemuan baru dalam waktu yang cukup singkat, diantaranya: Sinar X (1895), Radio Aktif (1896) dan elektron (1897). 1900 merupakan awal kemunculan teori kuantum. Sejak tahun 1900 – 1925 bentuk terdahulu dari teori kuantum berkembang dan menduduki posisi yang cukup penting di berbagai bidang fisika. Atom bersifat nuklir dan keterkaitannya dengan emisi dan absorpsi radiasi mulai dikembangkan ke tingkat yang tinggi dalam riset fisika. Ketika fisika mulai membiasakan untuk menggunakan teori lama maupun teori kuantum.




4.4.2 Perkembangan Ilmu Kimia
Ilmu kimia awalnya merupakan protosains yang disebut dengan alkimia. Sepanjang sejarah Alkimia dipraktekkan dengan mengandung campuran dari ilmu filsafat, mistisisme, dan protosains. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan – alkimiawan terkemuka seperti Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelus mengembangkan kimia dengan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah yang menuntun kita pada kimia modern. Pendekatan yang sistematik dan ilmiah ini merubah alkimia menjadi ilmu kimia. Ilmu kimia tumbuh dan berkembang secara sistematik oleh proses yaang disebut metode ilmiah.
1. Robert Boyle (25 Januari 1627 - 30 Desember 1691) penemu hukum Boyle, penemu pompa hampa udara, penemu konsep atom, orang pertama di dunia yang membedakan unsur dari senyawa, asam dari alkali
2. Brown, Robert (1773-1858), gerak Brown.
3. Scheele (1774) membawa konsekuensi pembaruan defenisi asam sebagai senyawa yang mengandung oksigen
4. Berzelius, Jons Jakob (1779-1848), lambang unsure
5. Charles Augustin De Coulomb adalah Penemu Hukum Coulomb (1785), penemu neraca punter
6. Richer (1792) menyatakan bahwa “jika dua unsur a dan b masing-masing bereaksi dengan unsur C yang massanya sama membentuk AC dan BC, maka perbandingan massa A dan massa B dalam membentuk AB adalah sama dengan perbandingan massa A dan massa B ketika membentuk AC dan BC”.
7. Proust( 1799) menyatakan bahwa “suatu senyawa murni selalu terdiri atas unsur-unsur yang sama yang tergabung dalam perbandingan tertentu
8. Volta, Alessandro Giuseppe (1745-1827), penemu sel elektrokimia dan deret Volta
9. Davy (1810) menbuktikan bahwa klorin dan benar-benar unsur baru, bukan senyawa yang mengandung oksigen.
10. Thomas Graham (1805-1869) penemu Hukum Graham, penemu ilmu kimia koloid, penemu beberapa istilah kimia koloid antara lain koloid, difusi, osmosis, sol, jel, peptisasi, seneresis, kristaloid College di London.
11. Fehling, Hermann (1812-1885), pereaksi untuk aldehida
12. Tyndall, John (1820-1893), penemu efek Tyndall
13. Erlenmeyer, Emil (1825-1904), alat praktikum kimia
14. Bunsen, Robert Wilhelm Eberhard (1811-1899), alat praktikum
15. Raoult, Francois Marie (1830-1901), penemu sifat koligatif larutan
16. Van’t Hoff, Jacobus Henrikus (1852-1911), penemu sifat koligatif larutan
17. Balmer, Johann Jakob (1825-1898), tingkat energi electron
18. Guldberg, Cato Maximilian (1836-1902), tetapan kesetimbangan
19. Becquerel, Antoine Henri (1852-1908), keradioaktifan
20. John Dalton (1766-1844): Kimiawan dan Pioner Fisika Nuklir.
21. Thomson, Sir Joseph John (1856-1940), penemu electron
22. Buchner, Eduard (1860-1917), alat praktikum
23. Lavoisier (1873) menyatakan bahwa “pada setiap reaksi kimia massa zat-zat yang bereaksi adalah sama dengan massa produk reaksi”.
24. John William Struut Lord Reileigh menemukan dan mengisolir Argon (1895)
25. J. Belmer (1885) menunjukkan bahwa grafik hubungan antara frekuensi dengan ½n ternyata berupa garis lurus.
26. Moseley, Henry Gwyn Jeffreys (1887-1915), penemu nomor atom
27. Chadwick, Sir James (1891-1974), penemu neutron
28. Pauli, Wolfgang (1900-1958), teori orbital dan bilangan kuantum
29. Otto Hahn penemu pembelahan inti (fisi nuklir,1938), penemu radioactinium (1905), mesothorium (1907) dan protakkctinium (1917)
30. Victor Francis Hess adalah ahli fisika Austria, penemu sinar kosmik (1912)
31. A. H. Compton (1921), menyatakan bahwa “elektron mempunyai gerak rotasi pada sumbunya selain gerakan revolusi terhadap inti atom, dan dengan demikian menghasilkan momen magnetik dalam”.
32. Thomas Midgley(1928) berhasil mensintetis diklorodiflourmetana. CCl2F2 sebagai bagian dari usahanya membuat oefrigeran yang aman.
33. H. Lux dan H. Flood (1947) menyatakan bahwa “tingkah laku asam –basa berkenaan dengan ion oksida diterapkan pada sistem nonprotonik”.
34. Niels Henrik David Bohr (1885-1962) penemu Teori Atom Bohr, penemu model tetes cairan untuk model atom, Pioner mekanika kuantum
35. R. G. Pearson (1963) menyatakan bahwa “asam-basa lunak adalah asam-basa yang elektron- elektron valensinya mudah terpolarisasi”.
Masih banyak penemuan – penemuan yang telah dihasilkan yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam makalah ini, namun penghargaan nobel dalam kimia pada tahun 1901 merupakan awal yang memberi gambaran bagus akan perkembangan ilmu kimia selama 100 tahun terakhir. Kini ilmu kimia telah berkembang dan membentuk cabang-cabang ilmu lain seperti biokimia, kimia analisis dll.




BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

1. Secara singkat Fisika dapat didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang zat dengan segala sifat dan kelakuannya, dan energi denagn segala manifestasinya, seperti gerak, panas, cahaya, dan sebagainya. Sedangkan ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari bagaimana benda atau materi di alam raya dapat diubah dari bentuk yang ada dengan sifat-sifat tertentu menjadi bentuk-bentuk lain denagn sifat yang bebeda-beda.
2. Secara umum tujuan mempelajari ilmu fisika dan kimia adalah untuk meambah pengetahuan guna memperbaiki kualitas kesejahteran hidup manusia.
3. Ilmu Fisika dan Kimia sama-sama memiliki peranan penting dalam menjelaskan fenomena-fenomena alam dalam kehidupan manusia. Semua peranan itu berakhir untuk memperbaiki kualitas hidup manusia.
4. Ilmu Fisika dan Kimia terus berkembang dari abad sebelum masehi hingga sekarang. Perkembangan tersebut terjadi karena rasa ingin tahu manusia yang sangat tinggi.

3.2 Saran

1. Perlu dilakukan telaah pusaka ulang guna mendapatkan analisa materu yang lebih valid.
2. Perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya mempeajari ilmu Fisika dan Kimia una meningkatkan kualitas kesejahteraan hidup manusia.



DAFTAR PUSTAKA
Busch, D.H., Shull, H., dan Conley, R.T.1978.Chemistry Second Edition.Boston:Allyn and Bacon Inc.
Cummins, Jack D., dan Wartell, Michael A.1975.Introduction To Chemistry.Canada, Amerika:John Wiley and Sons Inc.
Echols, John M. And Shadily,Hassan. 1976.Kamus Inggris – Indonesia.Jakarta:P.T Gramedia Pustaka Utama.
Griffit, W. Thomas, dan Brosing, Juliet W.2009.The Physics of Everyday Phenomena.New York, AS:The Mc Graw – Hill Companies,Inc.
Jasin, Maskoeri.2000.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional
Kenneth and Krane.1992.Fisika Modern,Cetakan 1.Jakarta:Universitas Indonesia – UI Press.
Kotz and Purcell.1986.Chemistry and Chemical Reactivity. University of Wisconsin.
Ralph, H. Petrucci and Suminar.1985.Kimia Dasar, Prinsip dan Terapan Modern.Bogor:Erlangga
Richtmger, F.K, Kenard. E.H, and Lauritsen.1995.R.Introduction to Modern Physic, Fith Edition.New York
UNESCO.1973.Penguin Education Theaching School Physics.London:William Clowes and Sons, Ltd.
Suparto, Mas Hadi.1974.Fisika Dasar I.Malang:IKIP Malang
Surya, Yohanes dkk.2009.Buku Sakti Ringkasan Materi + Rumus Lengkap SMA kelas 1,2,3.Jakarta:PT.Kendi Mas Media.

>>ALAM SEMESTA , TATA SURYA , DAN BUMI

Oleh
Kelompok 4
1. Syaiful Rizal
2. Weni Ika Ristiana 100311405184 / 2010
3. Intan Maskurin
4. Nur Indah Permata Sari
5. Dian Maya





UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEPTEMBER 2010
KATA PENGANTAR

Alhamdulilah ucap syukur kami panjatkan kehadirat Allah Illahi Robbi yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia kepada kita semua. Berkat rahmat, nikmat dan karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Kealaman Dasar yang berjudul “Alam Semesta , Tata Surya dan Bumi.” Allah selalu mennunjukkan jalan kepada setiap insane yang memiliki kemauan dan usaha besar.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang penuh ketulusan membantu penyelesaian Makalah Ilmu Kealaman Dasar ini dari awal hingga akhir. Setulus hati,ucapan terimakasih itu kami sampaikan kepada :
1. Bapak Hendra Susanto, S.Pd. M.kes pembibimbing Ilmu Kealaman Dasar
2. Pustakawan Perpustakaan Universitas Negeri Malang.
3. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang memberikan dukungan sangat berarti dalam menyelesaikan tugas makalah mulai dari awal hingga akhir.
Kami yakin Makalah ini tentu memiliki manfaat bagi manfaat bagi pembaca sebagai wahana pengetahuan. Namun demikian, kami menyadari segala kekurangan dalam penulisan Makalah ini. Atas segala kekurangan kemi mohon kritik dan sumbang saran agar makalah ini memilliki arti.

Ngimbang, September 2010
Penulis




BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Fenomena Alam saat ini sangat sulit untuk ditebak , bahkan baru – baru ini kita sering memperoleh informasi terjadinya suaatu kejadian alam sungguh luar biasa yang terjadi diluar nalar manusia. Seperti halnya peristiwa jatuhnya meteor , sehingga menimbulkan bermacam – macam argument dari masyarakat tentang kejadian itu. Ada yang berpendapat bahwa kejadian itu terjadi karena Sang Pencipta marah, ada yang berpendapat itu tanda – tanda kiamat dan ada yang berpendapat bahwa itu memang fenomena alam. Hal itu terjadi karena pengetahuan tiap orang perorangan pastilah berbeda sesuai dengan tingkat pendidikannya.
Kita sebagai mahasiswa dalam menanggapi kejadian itu harus berfikir logis , karena kaum mahasiswa adalah kaum cendikia yang harus cepat tanggap dalam menyikapi fenomena alam ini. Khususnya kita adalah mahasiswa jurusan MIPA jadi dalam berargumen haruslah dapat dibuktikan kebenarannya.
Dari sinilah kelompok kami termotifasi untuk mengupas tuntas tentang materi yang kami beri judul “Alam Semesta, Tata Surya dan Bumi,” Agar kita tahu lebih jelas apa dan bagaimana yang terjadi sebelum alam semesta ini terbentuk .
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana proses terbentuknya Alam Semesta ?
2. Bagaimana proses terbentuknya Tata Surya ?
3. Bagaimana fenomena yang terjadi di Bumi ?
C. TUJUAN
1. Mendeskripsikan pengertian Alam Semesta dan Teori – teori tentang Asal usul Alam Semesta.
2. Mendeskripsikan pengertian Tata Surya dan Teori – teori tentang Asal Usul Tata Surya.
3. Mendiskripsikan tentang Bumi


















BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN
A. PENGERTIAN ALAM SEMESTA
K.Wardiyatmoko (2006:36) mengemukakan bahwaa pengertian alam semesta :
1. Yang disebut alam semesta , jagat raya atau antariksa yaitu ruangan yang meluas kesegala arah,tidak terhingga, tetapi ada batasan-batasannya yang belum dapat diiketahui.
2. Alam semesta diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai.
3. Alam semesta terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang jumlahnya ribuan, salah satu diantaranya adalah galaksi Bimasakti atau Jalan Susu atau Kali Serayu.
4. Galaksi-galaksi terdiri atas benda-benda langit yang ada , yang membentuk system bintang yang kecil-kecil.
B. TEORI – TEORI ASAL MULA ALAM SEMESTA
K.Wardiyatmoko (2006P:42) menyatakan bahwa teori-teori asal mula Alam Semesta ada 2 yaitu :
1. Teori Ledakan Hebat
2. Teori Keadaan Tetap
C. PENGERTIAN TATA SURYA
Bayong Tjasyono HK (2003:21) mengemukakan bahwa yang dinamakan Tata Surya adalah Matahari dan kesembilan planetnya dan Matahari sebagai pusat Tata Surya.
K.Wardiyatmoko (2006:46) mengemukakan bahwa Tata Surya adalah Matahari yang mempunyai sebuah anggota dan membentuk suatu susunan.
D. TEORI – TEORI ASAL USUL TATA SURYA
Widagdo Mangunwiyoto dan Harjono (1994:30) mengemukakan bahwa teori asal usul Tata Surya ada 2 yaitu :
1. Teori Dentum besar (Big Bang) yangb dilahirkan pada tahun 1930 oleh Georges Lemaitre
2. Teori Bintang Kembar
3. Teori Kabut atau Nebula

E. PENGERTIAN BUMI
Awali Priyono (2006:174) mengemukakan bahwa Bumi adalah salah satu planet bersama – sama dengan planet lain mengelilingi ,berbentuk bola agak elip dengan jari-jari terbesar di ekuator dan terkecil dikutub.













BAB III
PEMBAHASAN
A. ALAM SEMESTA
Sesungguhnya kata Alam Semesta tidak asing lagi dalam benak kita, karena mulai kita mengenyam pendidikan TK bahkan sampai nantinya kita terjun dalam masyarakat , kata Alam Semesata tidak akan pernah beranjak dari benak kita. K.Wardiyatmoko (2006:36) mengemukakan bahwa pengertian Alam Semesta , Jagad Raya atau Antariksa adalah ruangan yang meluas kesegala arah, tidak terhingga, tetapi ada batas – batasnya yang belum dapat diketahui. Jelaslah bahwa Alam Semesta merupakan ruangan yang maha luas,yang tidak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya. Namun demikian ,menurut ahli dari hasil penelitian mereka dapat menyatakan bahwa ruang alam semesta ini luasnya ada batas – batasnya juga, bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai.

Gambar Alam Semesta
Telah diketahui bahwa didalam Alam Semesta terdapaat ribuan galaksi – galaksi yakni kumpulan bintang – bintang , planet, gas, debu, dan benda – benda langit lainnya yang membentuk “pulau – pulau “ didalam ruang hampa Alam Semesta. Keberadaan galaksi dapat dilihat atau dideteksi dengan teleskop. Teleskop yang kuat mampu mendeteksi 1000 juta galaksi, dengan ukuran dari tepi ke tepi mulai dari 1000 tc sampai 10 juta tc (tc: tahun cahaya) 1 tc = 1.000.000.000.000.000 km.
Ciri – Ciri Galaksi :
a. Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan.
b. Galaksi – galaksi lainnya dapat terlihat diluar Galaksi Bimasakti.
c. Jarak antara Galaksi yang satu dengan galaksi yang lainnya jutaan tahun cahaya.
d. Galaksi mempunyai bentuk - bentuk tertentu misalnya bentuk spiral, bentuk elips, dan bentuk tidak beraturan.

Gambar Galaksi Bimasakti
Menurut para ahli astronomi , ruang antar galaksi galaksi yang satu dengan galaksi yang lainnya tidak kosong tetapi mengandung materi yang disebut “Zat Intrer Galaksi “. Zat inter galaksi ini seperti zat interstellar yabg terdidi dari proton, electron , dan ion lain yang bergerak simpang siur dalam jagad raya ini.

B. TEORI – TEORI ASAL MULA ALAM SEMESTA
Kosmologi adalah suatu bidang studi yang dibentuk dari berbagai teori tentaang alam semesta. Einstein adalah ahli kosmologgi modern pertama.
Ada 2 teori asal mula Alam Semesta :
1. TEORI LEDAKAN HEBAT
Pada tahun 1917 ditemukan bahwa ada massa bahan yang hamper seragam dimana keseimbangannya tak tentu antara kekuatan gaya gravitasi dan kekuatan dorong kosmis lain yang tak dikenal . Pada tahun 1922 seorang Fisika Rusia memecahkan soal itu dengan cara lain . Ia mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak brperan, bahkan Alam semesta terus meluas dan seluruh pertikel saling menjauh dengan kecepatan tinggi . Sebab dengan kekuatan gaya tarik perluasan itu semakin melambat. Dalam model Alam Semesta ini perluasan tersebut dimulai dengan sebuah “Ledakan Hebat”.
Alam Semesta mulai terbentuk dengan adanya sebuah ledakan yang hebat dan sejak itu sampai sekarang Alam Semesta terus berkembang. Bentuk data pada galaksi,bila dilihat dari samping , dan adanya lengkungan spiral menunjukkan bahwa bintang – bintang yang membentuk galaksi bergerak mengelilingi nucleus atau pusat dari suatu system. Rotasi sebuah galaksi dapat diamati dan diukur dengan memindahkan tempat garis – garis spektrumnya, kemudian dibandingkan dengan garis – garis acuan pada spectrum dari sebuah bebda tak bergerak di bumi. Bila galaksi mempunyai inklinasi dengan garis pandangan yang bersudut pandangan kurang dari 90˚ , berarti suatu sisi sedang bergerak menjauhi pengamat dan garis – garis dari bagian ini berpindah menuju bagian warna merah pada spectrum. Sisi yang lain sedang mendekati dan garis – garisnya berpindah menuju bagian warna biru dari spectrum,ini disebut efek Doppler,sesuai nama penemunya, seorang ahli fisika Chistian Doppler daari Negara Austria.


Gambar ilustrasi Ledakan Hebat
2. TEORI KEADAAN TETAP
Ahli astronomi Inggris Fred Hoyle dan beberapa ahli Astrofisika Inggris mengajukan teori yang lain, yakni “Teori Keadaan Tetap” yang menerangkan bahwa Alam Semesta tidak hanya sama dalam ruang angkasa asas kosmologi, tetapi juga tak berubah dalam waktu asas kosmologi yang sempurna. Jadi, asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi sempurna dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu. Teori keadaan tetap berlawanan sekali dengan teori ledakan hebat. Dalam teori ledakan hebat, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong sewaktu berbagai galaksi saling meenjauh. Dalam teori keadaan tetap, harus diterima anggapan bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Para ahli Astronomi mengatakan bahwa zat baru itu ialah Hidrogen, yaitu sumber yang menjadi asal-usul bintang dan galaksi.
Pembentukan zat di ruang angkasa yang kosong itu diterima dengan ragu-ragu oleh para ahli. Sebab hal ini rupanya melanggar salah satu hukum fisika, yaitu hukum kekekalan zat. “Zat tidak dapat diciptakan atau dihilangkan, tetapi hanyalah dapat diubah menjadi jenis zat lain atau menjadi energi”. Sebaliknya, sulit pula untuk menyanggah secara langsung proses pembentukan zat itu, karena berkesinambungan menurut teori keadaan tetap, jumlah zat sangat lambat bertambahnya kira-kira satu atom setiap 1000 juta tahun dalam satu volume ruang angkasa.



C. TATA SURYA
Bumi sebenarnya bukan pusat alam semesta,tapi merupakan salah satu satelit yang mengitari benda langit lain yang menurut kita justru bergerak mengitari bumi,yaitu matahari.Sehingga wajar jika pada awal perkembangan ilmu astronomi,hipotesis yang paling banyak diterima tentang posisi bumi di alam semesta adalah hipotesis geosentri yaitu bumi adalah pusat alam semesta.Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi diketahiu bahwa bumi beserta planet planet lain mengelilingi matahari.
Bumi dan plane-planet tersebut beserta bintang menjadi satu kelompok yang disebut tata surya. Jadi tata surya adalah suatu kelompok benda langit yang terdiri dari matahari dan planet planet yang berkumpul menjadi satu dengan pusat matahari. Tata Surya dikelilingi oleh delapan planet termasuk Planet Bumi tempat kita hidup saat ini.
Planet – planet dalam Tata Surya dibagi dalam dua golongan, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet – planet dalam yaitu planet – planet yang lintasannya diantara Bumi dan Matahari. Yang tergolong planet dalam ini ialah Merkurius dan Venus. Planet – planet luar yaitu planet – planet yang lintasannya mengelilingi Matahari dengan lintasan lebih lebih besar daripada jari – jari lintasan Bumi mengelilingi Matahari.Yang terngolong planet ini ialah Mars. Yupiter , Saturnus dan Neptunus. Pluto tidak termasuk kedalamnya karena pada Agustus 2006 , para Ilmuwan astronomi yang tergabung dalam The International Astronomical Union (IAU) Memutuskan untuk mengeliminasi Pluto dari system Tata Surya karena Pluto tidak memenuhi sebagai planet.
Beberapa hal penting mengenai planet – planet :
1. Planet – planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Cahaya hanya berasal dari pantulan sinar matahari.
2. Planet – planet tidak berkelap – kelip seperti bintang sejati, tetapi berkilauan.
3. Dengan teropong kecil, planet-planet itu terlihat sebagai keping atau cakram yang bersinar.
4. Lintasan – lintasan planet ini merupakan bidang – bidang yang berbentuk elips.
5. Planet – planet beredar mengelilingi matahari dengan arah yang sama.
6. Kebanyakan planet – planet mempunyai satelit (pengiring).

Gambar Tata Surya
D. TEORI ASAL-USUL TATA SURYA
Ada banyak teori-teori asal usul Tata Surya menurut para Ahli Astronomi. Namun pada kesempatan ini akan kami bahas dua teori asal usul Tata Surya yaitu :
1. TEORI DENTUMAN BESAR (BIG BANG)
Teori Dentuman besar (Big Bang) dilahirkan pada tahun 1930 oleh Georges Lemaitre , seorang padri dan astronom bangsa Belgia. Menurut teori Big Bang ini, Alam Semesta berasal dari ledakan hebat yang melemparkan jasad – jasad ke segala arah. Lambat laun jasad – jasad itu membentuk galaksi. Dentuman itu terjadi antara 12 sampai 25 ribu juta tahun yang lampau. Menurut teori tersebut , planet – planet terbentuk dari sebagian bahan matahari yang terlempar. Bahan matahari tersebut dapat terlempar karena gaya tarik bintang lain yang mendekati matahari. Jadi, sebuah bintang yang mendekati matahari kita lalu menarik sebagian dari bahan matahari sehingga terjadilah planet – planet. Bahan matahari itu berupa gelembung gas yang amat besar. Gas ini pecah menjadi bagian – bagian yang mendingin dan memadat membentuk planet – planet.

Gambar teori Big Bang
2. TEORI BINTANG KEMBAR
Teori Bintang mengatakan bahwa matahari pada suatu ketika mempunyai kawan sebuah bintang yang meledak dan meninggalkan sedikit bahan yang terjebak dalam pengitaran mengelilingi matahari . Bahan inilah yang membentuk planet – planet
.
Gambar Teori Bintang Kembar


3. TEORI KABUT ATAU NEBULA
Pada mulanya Tata Surya merupkan awan gas dan debu atau nebula yang terutama terdiri dari helium dan hydrogen. Banyak kabut yang hilang kedalam jagad raya dan sisanya mendingin lalu menyusut dan mulai berputar secara perlahan – lahan,kemudian semakin cepat . Bentuknya mula – mula pipih lalu seperti cakram . Suhu dan tekanannya bertambah tinggi hingga menjadi matahari yang panas membakar. Sambil berputar cepat,kabut tersebut melepaskan cincin debu yang memadat membentuk bumi dan planet – planet lain.

Gambar Teori Kabut atau Nebula
E. BUMI
Bumi yang kita pijaki saat ini adalah satu – satunya planet dalam Tata Surya yang memenuhi syarat sebagai tempat melangsungkan kehidupan bagi makhluk hidup seperti kita ini. permulaan terjadinya Bumi merupakan sebagian dari gumpalan gas dari matahari. Gumpalan gas yang besar tersebut selalu dalam keadaan berputar. Dikarenakan adanya peristiwa Big Bang , terlepaslah sebagian gumpalan itu dari gumpalan besar (matahari) , walaupun seolah – olah dicampakkan sangat jauh tetapi gumpalan itu masih tetap berputar terus menerus mengelilingi gumpalan besar (Matahari) tersebut. Gumpalan – gumpalan yang terpisah dan masih tetap berputar tersebut setelah mengalami proses pendinginan akan menjadi padat.Itulah yang disebut Planet – planet yang jumlahnya delapan, termasuk didalamnya adalah Bumi kita tercinta ini.
Dari gumpalan – gumpalan yang terlepas tersebut (planet) , terlepas pula sebagian dari planet , tetapi juga tetap berputar dan mengelilingi gumpalan ( planet) yang ditinggalkan , itulah yang disebut dengan bulan atau satelit.
Kejadian tersebut memakan waktu yang sangat lama. Jadi, bumi yang seperti sekarang ini baru terjadi setelah berjuta – juta tahun . Sesudah Bumi bertambah dingin , berubahlah gas tersebut menjadi cairan dan lama kelamaan bagian luarnya menjadi makin memadat, sehingga pada permukaan bumi dapat ditempati manusia , timbuh-tumbuhan seerta makhluk hidup lainnya.
Lapisan kerak Bumi paling luar memiliki ketebalan ±1.200 km. Sesudah Bumi terbentuk bersama planet – planet lainnya , bahan – bahan yang lebih berat menggumpal di dalam inti , sedangkan keraknya terdiri dari unsure – unsure silicon dan magnesium. Lebih kedalam lagi terdapat lapisan yang banyak mengandung unsure persenyawaan logam sulfide. Yang paling dalam adalah inti yang mengandung besi dan nikel.


Gambar Bumi





BAB VI
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Alam Semesta , Jagad Raya atau Antariksa adalah ruangan yang meluas kesegala arah, tidak terhingga, tetapi ada batas – batasnya yang belum dapat diketahui.
- Tata surya adalah suatu kelompok benda langit yang terdiri dari matahari dan planet - planet yang berkumpul menjadi satu dengan pusat matahari.
- Pada intinya teori asal usul Alam Semesta mendasari terbentuknya Tata Surya dan anggota-anggotanya termasuk bumi, banyak teori – teori yang menjelaskan fenomena ini namun teori yangpaling terkenal dan masuk akal adalah Teori Duantum ( BIG BANG)
- Teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta berasal dari ledakan hebat yang melemparkan jasad – jasad ke segala arah. Lambat laun jasad – jasad itu membentuk galaksi. Dentuman itu terjadi antara 12 sampai 25 ribu juta tahun yang lampau. Planet – planet terbentuk dari sebagian bahan matahari yang terlempar karena gaya tarik bintang lain yang mendekati matahari. Jadi, sebuah bintang yang mendekati matahari kita lalu menarik sebagian dari bahan matahari yang berupa gelembung gas yang sangat besar kemudian memecah, mendingin dan memadat sehingga terjadilah planet – planet.
- Pada intinya teori asal usul Alam Semesta mendasari terbentuknya Tata Surya dan anggota-anggotanya termasuk bumi dan teori yang mendasari fenomena itu adalah Teorii Duantum ( BIG BANG)



DAFTAR PUSTAKA

Mangunwiyoto Harjono, Widagdo. 1994. Pokok-Pokok Fisika SLTP Kelas I. Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Tjasyono HK, Bayong. 2003. Geosains. Bandung: ITB.
K. Wardiyatmoko. 2006. Geografi SMA Kelas X. Jilid I. Jakarta: Erlangga.

>>PENTINGNYA METODE ILMIAH DALAM PERKEMBANGAN IPA

Disusun oleh :

1. Pandu Pramudya (100311400756)
2. Verra Selviana (100311400740)
3. Nandra Cahya Praramadhani (100311400738)
4. Mita Putri Putradewi (100311400753)
5. Vuvut Selviana (100311405189)




UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MALANG
2010

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas ridho dan izinNya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Kealaman Dasar dengan judul “Pentingnya Metode Ilmiah dalam Perkembangan IPA” ini dengan lancar tanpa aral serta rintangan yang berarti.
Penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan ucapan terimakasih pada semua pihak yang turut membantu, khususnya kepada:
1) Hendra Suranto, S.Pd., M.Kes., selaku dosen pembimbing yang mana telah bersedia memberikan bimbingan dan arahan untuk kami selama pembuatan tugas makalah Ilmu Kealaman Dasar ini.
2) Teman-teman penulis yang telah memberikan informasi terkait dengan bahan-bahan pembuatan makalah ini serta turut membantu menyelesaikan tugas makalah ini.
3) Kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan baik materil maupun spirituil hingga terselesaikannya tugas makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kehidupan dan perkembangan ilmu pengetahuan.




Malang, September 2010



Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang mempelajari tentang pengungkapan rahasia dan gejala alam, meliputi asal usul alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi. Manusia memilki rasa ingin tahu terhadap alam hingga menyebabkan diperolehnya pengetahuan dari alam semesta ini. Pengetahuan dari alam semesta inilah yang nantinya akan berkembang dan menjadi dasar ilmu pengetahuan alam. Dengan pengetahuan tersebut, informasi akan terus bertambah dan berkembang dari masa ke masa, serta berkembang sesuai zamannya, sejalan dengan cara berfikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Oleh karena itu, pengetahuan alam sangat penting dalam kehidupan dan perkembangan zaman.
Sejalan dengan cara berfikir dan sifat manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah diketahuinya, menjadikan ilmu pengetahuan menjadi siklus yang akan terus berkembang. Munculnya istilah “metode ilmiah” tidak lepas dari hal di atas. Dalam hal ini, metode ilmiah merupakan jembatan untuk berkembangnya ilmu pengetahuan alam. Betapa pentingnya ilmu pengetahuan alam dengan bantuan metode ilmiahnya menjadikan berbagai negara dan elemen-elemen di dalamnya berlomba lomba untuk menjadi lebih baik lagi. Karena berbeda zaman akan berbeda pula pengetahuan yang di dapat serta bertambah pula pengetahuan yang ada. Ilmu pengetahuan alam sangat berpengaruh pada segala aspek dan segala bidang. Metode ilmiah menjadi suatu yang penting yang di dalamnya terdapat langkah langkah operasional yang mendukung terciptanya pengetahuan.
Di era globalisasi saat ini sangat dituntut untuk penemuan hal-hal yang yang baru, pengetahuan yang baru agar bisa bersaing dan bisa mengimbangi perkembangan yang ada. Dengan metode ilmiah IPA klasik tercipta banyak sekali ilmu pengetahuan yang menjadi dasar untuk metode ilmiah IPA modern yang nantinya akan menemukan pengaetahuan-pengetahuan yang baru dengan alat bantu dan cara berfikir yang lebih dari IPA klasik.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah metode ilmiah dapat dikatakan sebagai ciri IPA?
2. Bagaimanakah langkah-langkah operasional metode ilmiah?
3. Bagaimanakah penerapan metode ilmiah pada IPA klasik dan IPA modern?

1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, hal yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah :
1. Menjelaskan alasan metode ilmiah dikatakan sebagai ciri dari IPA.
2. Menjelaskan langkah-langkah operasional dalam metode ilmiah.
3. Menjelaskan perbedaan penerapan metode ilmiah pada IPA klasik dan IPA modern.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Metode Ilmiah sebagai Ciri IPA
2.1.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari tentang pengungkapan rahasia dan gejala alam, meliputi asal-usul alam semesta degan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi.
2.1.2 Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan suatu permasalahan, serta menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur, dan terkontrol.
2.1.3 Alasan Metode Ilmiah Dikatakan sebagai Ciri IPA
Manusia memiliki kecenderungan untuk menanggapi rangsangan yang ada di sekitarnya, termasuk gajala-gejala di alam semesta ini. Tanggapan terhadap gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa yang ada ini di alam semesta ini akan menjadi sebuah pegalaman yang akan terus berkembang karena rasa keingin tahuan manusia. Pengalaman-pengalaman inilah yang nantinya menjadi pengetahuan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ilmu tentang alam merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis. Artinya, hasil percobaan yang dilakukan manusia akan menghasilkan suatu konsep yang mendorong dilakukannya percobaan-percobaan berikutnya, karena ilmu alam bertujuan untuk mencari kebenaran yang relatif dari suatu hal.
Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu, karena ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat tertentu. Adapun syarat-syarat suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu adalah sebagai berikut:


a) Logis
Pengetahuan tersebut masuk akal dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan.
b) Objektif
Pengetahuan yang didapat harus sesuai dengan objeknya dan didukung oleh fakta empiris.
c) Metodik
Pegetahuan diperoleh dengan cara-cara tertentu yang teratur, dirancang, diamati, dan dikontrol.
d) Sistematik
Pengetahuan disusun dalam satu sistem yang saling berkaitan dan menjelaskan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
e) Universal
Pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan di mana saja yaitu dengan cara eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama.
Suatu pengetahuan dapat dikatakan benar apabila ada kesesuaian antara pengetahuan dan objeknya. Untuk mencapai hal itu, tidak dapat terjadi secara kebetulan melainkan harus melalui prosedur atau metode yang tepat, yakni metode ilmiah. Dengan metode ilmiah, dapat diperoleh kebenaran yang merupakan keputusan atas objek penelitian dan dirumuskan secara tertentu.
Kebenaran yang terkandung dalam ilmu pengetahuan alam terletak pada metode ilmiah yang menentukan kelebihan dan kekurangan ilmu alam. Oleh dasar inilah metode ilmiah dikatakan sebagai ciri ilmu pengetahuan alam (IPA) sehingga pemecahan masalah yang tidak diterapkan melalui metode ilmiah tidak dapat dikatakan bersifat ilmiah.




2.2 Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
Seperti yang telah diulas sebelumnya bahwa metode ilmiah merupakan salah satu ciri dari ilmu pengetahuan alam. Dengan kata lain, suatu materi pengetahuan harus melalui proses metode ilmiah. Tentunya, proses metode ilmiah harus mencerminkan sifat sistematis, konsisten, dan objektif. Adapun langkha-langkah operasional metode ilmiah, antara lain:
1. Penginderaan
Penginderaan adalah langkah pertama metode ilmiah, sehingga hanya sesuatu yang dapat diindera yang dapat diselidiki oleh ilmu alamiah. Namun penginderaan dalam konteks ini bukan berarti segala sesuatunya harus dapat dilihat dengan mata atau melalui penginderaan langsung, melainkan harus jelas terlihat efek-efek yang ditimbulkan.
Untuk melakukan penginderaan dengan tepat dan benar diperlukan pengulangan dan waktu yang lama. Seringkali penginderaan harus dilakukan berkali-kali serta tak jarang mengalami kegagalan. Penginderaan yang tepat sukar dilakukan karena sering adanya prasangka yang melekat pada indera tersebut, tetapi melalui latihan dan penggunaan alat bantu, penginderaan yang tepat dapat dilakukan. Penggunaan instrumen standar dapat meminimalkan kesalahan akibat subjektivitas, contohnya penggunaan termometer untuk mengukur suhu.
2. Masalah atau Problem ( Perumusan Masalah )
Langkah kedua yang harus dilakukan dalam metode ilmiah adalah perumusan masalah. Masalah adalah pertanyaan apa, mengapa, dan bagaumana mengenai objek yang diteliti. Masalah tersebut harus jelas batasannya sehingga mempermudah jalan dalam pencarian data (fakta-fakta yang relevan terkait pemecahan masalah). Secara singkat, dapat dikatakan bahwa perumusan masalah adalah membuat pertanyaan mengenai apa yang ditemukan melalui penginderaan itu, mengapa begitu, bagaimana hal itu terjadi, dan seterusnya. Namun pertanyaan yang dibuat harus relevan dan dapat diuji dengan teknik yang akurat.
Pada umumnya, kata tanya yang digunakan dalam rumusan masalah adalah “bagaimana” dan “apa”. Penggunaan kata tanya “mengapa” seringkali menimbulkan kesukaran untuk diuji sehingga digantikan oleh kata tanya “apa” atau “bagaimana”.
3. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang ditaksir merupakan jawaban dari suatu pertanyaan dan dibuat berdasarkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesis diperlukan data atau fakta yang diperoleh melalui survey atau eksperimen. Apabila data-data yang ada tidak mendukung hipotesis, maka perlu disusun hipotesis baru.
4. Eksperimen
Eksperimen atau percobaan merupakan langkah ilmiah keempat. Ekperimen merupakan usaha pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan sehingga diketahui apakah fakta-fakta tersebut mendukung hipotesis atau tidak. Pada langkah ini, tampak jelas perbedaan antara ilmu alamiah dan non ilmu.
Banyak orang mengadakan penginderaan, merumuskan masalah, dan berhipotesis. Namun di saat orang biasa berhenti sampai di situ, seorang ilmuwan akan meneruskan pertanyaannya dengan “Mana buktinya?”. Suatu jawaban yang merupakan pendapat umum yang emosional dan tidak didukung bukti yang kuat merupakan ilusi dan tidak bijaksana. Melalui eksperimen, bukti-bukti yang konkrit dapat ditunjukkan sehingga jawaban yang semula hanya bersifat dugaan menjadi jawaban yang benar serta ilmiah. Namun demikian, ekperimen yang dilakukan harus dirancang dengan baik dan seksama agar faktor-faktor dapat dikendalikan dan hipotesis teruji kebenarannya.
5. Teori
Bukti dari ekperimen yang telah dilakukan menjadi dasar langkah metode ilmiah yang terakhir, yakni teori. Suatu teori dapat disusun apabila hipotesis telah didukung oleh bukti atau data yang diperoleh melalui eksperimen atau survey dan menunjukkan hal yang dapat dipercaya (valid) walaupun terdapat keterbatasan tertentu. Sebaliknya, apabila fakta-fakta yang ada tidak mendukung hipotesis maka hipotesis tersebut ditolak. Hipotesis yang diterima inilah yang merupakan pengetahuan yang telah teruji kebenarannya secara ilmiah dan menjadi bagian dari ilmu pengetahuan.


Gambar 1 Bagan Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah



2.3 Metode Ilmiah pada IPA Klasik dan IPA Modern
2.3.1 Perkembangan IPA
Seiring rasa ingin tahu manusia tentang alam yang tidak ada habisnya, maka upaya mencari jawaban mengenai fenomena alam pun terus dilakukan melalui berbagai pengamatan dan penelitian. Untu melakukan sebuah penelitian, dibutuhkan landasan teori yang jelas. Sebaliknya, melalui sebuah penelitian juga dapat diperoleh teori baru mengenai objek yang diteliti. Hal ini mengindikasikan perkembangan ilmu pengetahuan alam yang senantiasa dikelilingi landasan ilmu. Berdasarkan urutan stratanya, ada tiga jenis landasan ilmu:
a. Hipotesis, merupakan dugaan mengenai masalah yang diambil dari pengetahuan yang telah ada.
b. Teori, merupakan landasan ilmu yang telah teruji kebenarannya, namun dimungkinkan adanya koreksi.
c. Hukum/dalil, merupakan teori yang terbukti kebenarannya melalui pengujian berkali-kali.
Sifat manusia yang tidak pernah puas terhadap apa yang telah dimilikinya inilah yang membawa ilmu pengetahuan pada perkembangan. Hal tersebut menjadikan ilmu pengetahuan merupakan suatu siklus yang tidak terputus.











Gambar 2 Siklus Ilmu yang Berkesinambungan

Secara umum, siklus ini menggambarkan bahwa penelitian merupakan upaya untuk menjawab masalah yang berupa pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana suatu fenomena alam terjadi.
Sebelum diangkatnya penemuan Copernicus yang kemudian diperkuat oleh Galileo mengenai konsep heliosentris yang menggeser kepercayaan masyarakat terhadap konsep geosentris, perkembangan ilmu pengetahuan berjalan lambat. Barulah pada abad ke 15-16, setelah ditemukannya alat bantu penelitian yang lebih baik (teropong), sehingga dimungkinkannya koreksi terhadap konsep geosentris, abad ilmu pengetahuan modern dimulai.
Perkembangan IPA sangat pesat setelah dikenalkannya konsep fisika kuantum dan relativitas pada abad 20. Konsep yang modern ini mempengaruhi konsep IPA secara keseluruhan dan menyebabkan adanya revisi serta penyesuaian-penyesuaian konsep ke arah yang modern. Dengan demikian, terdapat dua konsep IPA yang berkembang, yakni IPA Klasik dan IPA Modern.
2.3.2 Pengertian IPA Klasik
IPA klasik merupakan suatu proses IPA di mana teori dan eksperimen memiliki peran saling melengkapi dan memperkuat. IPA klasik memiliki kajian yang bersifat makroskopik, yakni mengacu pada hal-hal yang berskala besar dan kaidah pengkajiannya menggunakan cara tradisional. Di samping kajian yang bersifat makrokopis, ciri lain IPA klasik adalah lebih mendahulukan eksperimen dari pada teori.
2.3.3 Pengertian IPA Modern
IPA modern adalah suatu proses IPA di mana penekanan terhadap teori lebih banyak dari pada praktek. IPA modern memiliki telaahan yang bersifat mikroskopik, yakni sesuatu yang bersifat detail dan berskala kecil. Selain itu, IPA modern menerapkan teori eksperimen, di mana ia menggunakan teori yang telah ada untuk eksperimen selanjutnya.



2.3.4 Penerapan Metode Ilmiah pada IPA Klasik dan IPA Modern
Berdasarkan pengertian IPA Klasik dan IPA Modern yang dipaparkan di atas, dapat diketahui bahwa penggolongan IPA menjadi IPA Klasik dan IPA Modern didasarkan pada konsepsi, yang meliputi cara berfikir, cara memandang, dan cara menganalisis suatu gejala alam.
Secara umum, langkah-langkah penerapan metode ilmiah pada IPA Klasik dan IPA Modern adalah sama, yakni harus melalui penginderaan, perumusan masalah, pengajuan hipotesis, eksperimen, dan penarikan kesimpulan (teori). Baik IPA Klasik maupun IPA Modern keduanya memiliki tujuan akhir yang sama, yakni keingintahuan. Namun pada IPA Klasik, suatu pengetahuan didapatkan dari awal, yakni didasarkan dari hasil eksperimen yang dilakukan dan kajian pada IPA Klasik lebih dangkal karena terbatas pada media atau alat bantu penelitian. Sedangkan pada IPA Modern, suatu pengetahuan diperoleh melalui eksperimen yang dilakukan dengan berkiblat pada teori yang telah ada dan dengan bantuan teknologi yang lebih canggih dan maju, maka kajian dari IPA Modern lebih mendetail. Sehingga diperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu fenomena alam. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa IPA Modern merupakan pengembangan dari IPA Klasik.














BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1) Metode ilmiah dikatakan sebagai ciri IPA karena merupakan tahapan yang penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam, bersifat kontinu, serta menciptakan ilmu pengetahuan baru yang terus berkembang sesuai perkembangan zaman yang bertujuan untuk mencari kebenaran yang relatif dari suatu hal.
2) Langkah-langkah operasional metode ilmiah adalah perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, penarikan kesimpulan.
3) Perbedaan penerapan metode ilmiah dalam IPA klasik dan IPA modern adalah dalam IPA klasik dimulai dari eksperimen yang menghasilkan teori, sedangkan IPA modern diawali dengan pengkajian teori yang dilanjutkan dengan suatu eksperimen.
3.2 Saran
Dari pemaparan di atas, dapat diberikan saran sebagai berikut:
1) Kepada pemerintah dan institusi, hendaknya memberikan materi mengenai penerapan metode ilmiah sehingga pelajar Indonesia tidak sebatas tahu mengenai metode ilmiah, melainkan belajar untuk mengaplikasikan ilmu melalui metode ilmiah. Hal ini tentu akan merangsang tumbuhnya pencipta pengetahuan.
2) Kepada pelajar, sebagai generasi muda, sebaiknya dapat mengaplikasikan metode ilmiah ini dalam bentuk yang nyata atau melakukan learning to do. Dengan demikian, pengetahuan teori yang telah didapatkan selama proses pembelajaran dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih luas.
3) Kepada masyarakat, alangkah baiknya apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk menjawab rasa keingintahuannya melalui aplikasi metode ilmiah. Di samping itu, masyarakat juga dapat memberikan dukungan terhadap aplikasi metode ilmiah pada kehidupan dengan cara mewadahi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penelitian dan mengadakan lebih banyak ajang yang berkaitan dengan hal ini agar lebih merangsang timbulnya pencipta-pencipta pengetahuan.


DAFTAR PUSTAKA

Amirullah, Andi. 2008. Metode Ilmiah. Online (http://amiere.multiply.com/journal/item/19/Metode_Ilmiah, diakses tanggal 24 Agustus 2010).
Anonim. 2010. Ilmu Kealaman Dasar. Online (http://sandyarjo.wordpress.com/2010/04/07/ilmu-kealaman-dasar-2/, diakses tanggal 24 Agustus 2010).
Aradea, Riswan. 2008. Bab II Ilmu Pengetahuan Alam. Online (http://irfanzizi.multiply.com/journal/item/3, diakses 24 Agustus 2010).
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. 2000. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. 1999/2000. Pengetahuan Alam dan Pengembangan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Ha’iz, Muhammad. 2010. Sejarah Perkembangan MIPA. Online (http://ies-pendidikanfisika.blogspot.com/2010/06/sejarah-perkembangan-mipa.html, diakses tanggal 5 September 2010).
Jasin, Maskoeri. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.
Landking, Oche. 2010. Ilmu Kealaman Dasar. Online (http://ochelandking.blogspot.com/2010/04/ilmu-kealaman-dasar.html
, diakses tanggal 5 September 2010).
Mas’ud, Ibnu. Paryono, Joko. 1998. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung: Pustaka Setia.
Putra, Adiansa. 2010. Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam. Online (http://aqquazileo.blogspot.com/2010/03/makalah-iad-perkembangan-dan.html, diakses tanggal 24 Agustus 2010).

>>PANGKAL KELAHIRAN IPA

Oleh :
1. Allen Jesica (100311400734)
2. Galuh Maulidiyah (100311400733)
3. Nur Ali (100311400765)
4. Nur Fitriyaningsih (100311400750)
5. Halimatus sa’Diyah (407312408009)






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FALKUTAS MATMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
Agustus 2010
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridloh-Nya kami dapat menyusun makalah pada mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar dengan judul Keingintahuan, Mitos, Penalaran dan Pengetahuan sebagai Pangkal Kelahiran IPA sesuai dengan target yang ditentukan.
Selain itu, kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah mendukung penyusunan makalah ini, diantaranya:
- Kedua orang tua, yang senantiasa mendukung kami
- Bapak Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes, selaku dosen mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar, yang telah membimbing kami
- Serta rekan – rekan mahasiswa yang membantu penyusunan makalah ini.
Kami berharap penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan bisa menambah wawasan kita sekalian. Sesuai kata pepatah ”Tiada gading yang tak retak”, kami sadar bahwa makalah ini tidak sempurna dan apabila ada kesalahan di dalamnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum wr. Wb

Malang, 26 Agustus 2010



Kelompok I






BAB I
PENDAHULUAN


I.1 LATAR BELAKANG
Awalnya manusia di dunia ini tidak mengenal apa itu ilmu pengetahuan alam dalam kesehariannya. Mereka memiliki keterbatasan pemikiran dan pengamatan, sehingga hal-hal yang mereka peroleh tidak bisa dicerna secara optimal. Rasa ingin tahu mereka tak bisa terjawab oleh keadaan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin majunya zaman menuntut mereka untuk belajar lebih dalam lagi tentang pengetahuan. Lama kelamaan ilmu pengetahuan menjadi kebutuhan yang mutlak dalam kehidupan mereka. Karena dengan adanya ilmu pengetahuan bisa membantu mereka untuk menambah wawasan demi kemajuan di masa yang akan datang.

I.2 RUMUSAN MASALAH
I.2.1 Apa saja faktor-faktor yang menjadi pangkal lahirnya IPA?
I.2.2 Jelaskan pengertian dari masing-masing faktor tersebut?
I.2.3 Bagaimana pengaruh faktor-faktor tersebut sebagai kontribusi lahirnya IPA?

I.3 TUJUAN
I.3.1 Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pangkal lahirnya IPA
I.3.2 Mengetahui definisi masing-masing faktor tersebut
I.3.3 Mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut sebagai kontribusi lahirnya IPA







BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Rasa Ingin Tahu
Adalah hasrat atau niatan untuk mengetahui lebih dalam tentang sesuatu hal yang masih baru dikenali agar bisa lebih memahami secara mendalam
Rasa ingin tahu ilmiah berupaya mempertanyakan bagaimana sesuatu itu terjadi, berfungsi, dan hubungannya dengan hal-hal lain. Rasa ingin tahu akan berujung dengan pengertian akan suatu hal. Rasa ingin tahu ilimiah biasanya dibarengi dengan berbagai percobaan dan penelitian.
Setiap manusia tentunya selalu mendapatkan informasi-informasi dari berbagai macam sumber yang ada, baik itu informasi lisan maupun tulisan tentang alam. Setelah menerima informasi tersebut, tentunya mereka ingin mengetahui lebih dalam lagi agar bisa lebih jelas dan memahami maksud dari informasi tersebut.
Untuk itu mereka berusaha mencari tahu kebenaran dari informasi itu. Dan dengan adanya rasa keingintahuan itu memunculkan ide atau gagasan manusia untuk menciptakan suatu ilmu pengetahuan yang disebut dengan Ilmu Pengetahuan Alam.

2.2. Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Rasa ingin tahu yang dimiliki manusia, menyebabkan alam pikiran manusia berkembang. Ada dua macam perkembangan yang dapat kita ketahui, yakni :
1. Perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya.
Seorang bayi yang baru dilahirkan, mengalami perkembangan alam pikiran yang hampir serupa. Ketika anak kecil mengamati lingkungan, muncul bermacam-macam pertanyaan di dalam pikirannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, anak kecil mengadakan penyelidikan sendiri atau bertanya kepada orang lain yang ada disekitar mereka.
Alam pikiran anak berkembang dengan pesat. Rasa ingin tahu seorang anak akan melemah, apabila orang-orang di sekelilingnya acuh dan menghiraukan semua pertanyaan mereka. Dengan demikian perkembangan alam pikiran anak akan terhambat.
2. Perkembangan alam pikiran manusia sejak zaman purba hingga dewasa ini.
Pada zaman purba, manusia sudah menghadapi berbagai teka-teki yakni terbit dan terbenamnya matahari, perubahan bentuk bulan, pertumbuhan dan pembiakan makhluk hidup, adanya angin, petir, hujan, dan pelangi.
Terdorong rasa ingin tahunya yang sangat kuat, manusia purba mulai menyelidiki apa penyebab terjadinya fenomena-fenomena itu dan apa akibatnya. Penyelidikan ini menghasilkan jawaban atas banyak persoalan, tetapi kemudian timbul persoalan-persoalan baru. Dengan demikian alam pikiran manusia purba mulai berkembang. Perkembangan itu berlangsung terus sampai sekarang dan akan berlanjut dimasa mendatang. Mekipun semua orang memiliki rasa ingin tahu, tetapi tidak setiap orang mampu dan mau mengadakan penyelidikan sendiri. Banyak yang sudah merasa puas dengan memilih jalan pintas yakni bertanya kepada orang lain yang telah menyelidiki atau bertanya kepada orang lain yang telah bertanya. Cara melalui jalan pintas ini pun menyebabkan alam pikiran manusia berkembang.

2.3. Mitos
2.3.1 Menurut pengertian Yunani-Romawi kuno,
Mitos adalah sebuah cerita yang sebenarnya dikisahkan dengan cara yang masuk akal. Cerita itu menyangkut soal perbuatan-perbuatan para dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh dari zaman purba lainnya. Kronologi di dalam cerita tidak jelas. Para penyalur cerita nampaknya kurang memperhatikannya. Pada umumnya Mitos hampir tidak dibicarakan di dalam historiografi "ilmiawi" kuno, yang membatasi diri pada masa sejarah yang tidak terlalu jauh. Meskipun demikian historiografi jelas tidak menyangkal, bahwa di dalam tradisi mitos ditemukan sebuah isi yang nyata. Bagi kebudayaan-kebudayaan lain maupun bagi ethnologi, mitos dipandang sebagai cerita yang benar dan sakral dari waktu purba. Mitos dijadikan dasar untuk menjelaskan gejala-gejala alam sekitar, sejarah, masyarakat maupun hidup manusia. Berbeda dengan mitos tadi dapat dikatakan, bahwa hikayat mempunyai sebuah zaman lampau yang tertentu. Hal semacam itu juga berlaku bagi sebuah legenda. Jenis dongeng itu menceritakan sebuah kejadian dengan contoh yang selalu berlaku di luar waktu. Seringkali terjadi, bahwa dongeng mengandung motif religius, motif mitos ataupun magi, tanpa mengangkat tuntutan kebenaran dari mitos.

2.3.2 Definisi mitos secara umum
Adalah suatu pengetahuan-pengetahuan baru yang didapat dari penggabungan pengamatan, pengalaman, maupun kepercayaan turun temurun dari nenek moyang.
Mayoritas mitos diperoleh manusia secara turun temurun dari nenek moyangnya, dan biasanya mitos itu diceritakan secara lisan atau biasa disebut M to M (mulut ke mulut).
Karena dahulu kala ada keterbatasan berpikir logis mengenai suatu hal yang diceritakan tersebut, mereka dengan mudahnya mempercayai mitos tanpa adanya pemikiran lebih lanjut lagi tentang benar tidaknya suatu mitos.
Penyebab timbulnya mitos:
1) Keterbatasan Pengetahuan Manusia
Pada saat manusia masih terbatas pengetahuannya, belum banyak yang mereka ketahui. Pengetahuan mereka diperoleh dari cerita orang, karena seseorang mengetahui sesuatu hal. Kemudian memberitahukannya lagi kepada orang lain. Apakah yang diketahui sudah benar atau belum, merupakan permasalahan. Dari hal yang tidak benar, kemudian disalahkan setelah ada kebenaran, maka pengetahuan orang tentang sesuatu jadi bertambah.
2) Keterbaasan Penalaran Manusia
Manusia memang mampu berpikir, namun pemikirannya perlu terus-menerus dilatih. Pemikiran itu sendiri dapat benar dapat pula salah. Akhirnya penalaran yang salah akan kalah atau penalaran yang benar. Untuk itu diperlukan waktu guna meyakinkan.
3) Keinginan Manusia Yang Telah Dipenuhi Untuk Sementara
Kebenaran memang harus dapat diterima oleh akal, tetapi sebagian lagi dapat diterima secara intuisi, yakni penerimaan atas dasar kata hati tentang sesuatu yang benar. Kata hati yang irasional dalam kehidupan masyarakat awam sudah dapat diterima sebagai suatu kebenaran atau pseudo science.
4) Keterbatasan Alat Indera Manusia
a. Alat penglihatan
Banyak benda-benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Mata tak dapat mem-beda¬kan sepuluh gambar yang berbeda satu dengan yang lain dalam satu detik. Jika ukuran partikel jauh, maka mata tak mampu melihatnya.
b. Alat pendengaran
Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 hertz/detik, getaran di bawah 30 atau di atas 30.000 hertz/detik tidak terdengar.


c. Alat pencium dan pengecap
Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap maupun yang diciumnya. Manusia hanya bisa membedakan empat jenis rasa yakni rasa manis, asin, asam dan pahit. Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita, bila konsentrasinya di udara lebih dari sepuluh juta PPM. Melalui bau, manusia dapat mem¬¬¬¬bedakan satu benda dengan benda yang lainnya. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya.
d. Alat perasa
Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin, namun sangat relative, sehingga tidak bisa dipakai sebagai ala observasi. Akibat dari keterbatasan alat indera kita, maka mungkin timbul salah informasi, salah tafsir dan salah pemikiran.
Namun seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, mereka berpikir lagi untuk menjawab benar atau tidaknya mitos tersebut. Dan untuk membuktikan hal tersebut, akhirnya mereka berinisiatif untuk mencari jawabannya melalui suatu ilmu, yakni Ilmu Pengetahuan Alam.
Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu :
1) Mitos sebenarnya
Manusia berusaha sungguh-sungguh dengan imajinasinya menerangkan gejala alam yang ada. Namun belum tepat, karena kurang pengetahuannya sehingga untuk bagian tersebut orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa atau dewi.
Contoh :
Apakah pelangi itu ? karena tak dapat dijawab, mereka mereka-reka dengan jawaban bahwa pelangi adalah selendang bidadari. Jadi, muncul pengetahuan baru yakni bidadari.
Gempa bumi diduga terjadi karena atlas (raksasa yang memikul bumi pada bahunya) sedang memindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu yang lainnya.

2) Cerita rakyat
Mitos yang merupakan cerita rakyat adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan masyarakat karena cerita rakyat hanya disampaikan dari mulut ke mulut, maka sulit diperiksa kebenarannya. Tetapi gejala yang ada dalam masyarakat memang ada dan agar meyakinkan, seorang tokoh dikaitkan dalam cerita rakyat.
Contoh :
“ Lutung kasarung dari daerah Pasudan, Bawang Merah Bawang Putih dan Timun Emas dari Jawa Tengah dan sebagainya”.

3) Legenda
Adapun cerita yang didasarkan mitos disebut legenda. Dalam legenda dikemukakan seorang okoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah.
Contoh :
“ Sangkuriang yang dikaitkan dengan gunung Tangkuban Perahu dan Dataran Tinggi Bandung yang dahulunya merupakan danau”.

2.4. Penalaran
2..4.1. Pengertian Penalaran
adalah sebuah proses berfikir yang berbeda dengan pengamatan indra,lebih kedalam pemikirian sehingga menghasilkan sebuah konsep dan pengertian.Penalaran biasanya keluar dengan sendirinya saat kita melamun atau melihat sesuatu sehingga muncul pemikiran dan menghasilkan sebuah kesimpulan.
Jenis Penalaran :
1. Metode Induktif
Atau bisa di sebut Generalisasi, dimana cara berfikir disini secara khusus kemudian secara umum biasanya hal yang dilakukan pada metode ini adalah melakukan penelitian yang belum diteliti. Generalisasi sendiri dapat sebuah pengamatan dari gejala-gejala tertentu sehingga memunculkan sebuah pernyataan sebab-akibat, saling keterkaitan antara suatu masalah dengan apa yang dihasilkan masalah tersebut.

2. Metode Deduktif
Pada metode deduktif, melakukan pemikiran sesuatu secara umum terlebih dahulu kemudian baru pemikiran secara khusus.Jadi penalaran deduktif tidak menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan yang baru melainkan kesimpulan yang konsistent dari pernyataan dasarnya.
Adapun tujuan dari penalaran ialah dengan maksud menemukan sebuah kebenaran atau fakta, penalaran sendiri bertolak atau sesuatu yang benar dan yang salah.
2.5. Ilmu Pengetahuan
2.5.1. Perbedaan pola pikir rasionalisme dan empirisme
Rasionalime : merupakan metode dasar atu pola pikir dalam mencapai kebenaran ilmiah dengan menggunakan akal.
Sumber pengetahuan pada akal meliputi:
a. Ide kebenaran yang sudah ada, dan pikiran manusia dapat mengungkapkan ide tersebut (tanpa menciptakan dan tanpa melalui pengamatan)
b. Manusia mencari kebenaran melalui akal tanpa disertai fakta.
Kelemahannya: setiap orang percaya pada kebenaran yang diyakini sendiri-sendiri.

Empirisme : merupakan metode dasar atau pola pikir dalam mencapai kebenaran ilmiah dengan mementingkan pengalaman.
Sumber pengetahuannya:
a. Pengetahuan didapatkan melalui pengetahuan indera
b. Menggunakan dan membandingkan gagasan-gagasan yang didapatkan dari penginderaan dan pengalamannya.

2.6. Pengetahuan Sebagai Pangkal Kelahiran IPA
Pengetahuan di atas dapat disebut ilmu pengetahuan, jika digunakan perpaduan antara rasionalisme dan empiris yang dikenal sebagai metode keilmuan atau pendekatan ilmiah. Memang benar, bahwa IPA merupakan suatu ilmu yang teoretis. Teori tersebut didasarkan atas pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala-gejala alam.
Fakta-fakta tentang gejala-gejala kebenaran alam diselidiki dan diuji berulang-ulang melalui percobaan-percobaan (eksperimen). Kemudian berdasarkan hasil eksperimen itulah dirumuskan keterangan ilmiahnya (teori). Teori ini pun masih harus diuji kemantapan/kesaktiannya. Artinya, bilamana diadakan penelitian ulang, yang dilakukan oleh siapa pun, dengan langkah-langkah yang serupa dan kondisi yang sama, maka akan diperoleh hasil yang konsisten.
Metode keilmuan itu bersifat objektif, bebas dari keyakinan, perasaan dan prasangka pribadi serta bersifat konsisten. Artinya, dapat diuji oleh siapa pun dan dengan demikian kesimpulan yang diperoleh lebih dapat diandalkan dan hasilnya lebih mendekati kebenaran.
Secara lengkap dapat dikatakan, bahwa suatu himpunan pengetahuan dapat disebut IPA, bilamana memenuhi persyaratan sebagai berikut, objeknya adalah pengalaman manusia, berupa gejala-gejala alam. Kemudian dikumpulkan melalui metode keilmuan serta mempunyai manfaat untuk kesejahteraan manusia.
2.7. Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam
Berkat makin sempurnanya alat pengamat bintang, berupa teleskop dan juga makin meningkatnya kemampuan berpikir manusia, maka pada tahun 1500-1600, terjadi perubahan besar atas semua ajaran Aristoteles maupun Ptolomeus. Sebagai tonggak sejarah dapat dicatat disini adalah Nicoulas Copernicus. (1473-1543).
Ia tidak saja seorang astronom, tetapi juga ahli matematika dan pengobatan. Tulisannya yang terkenal, merombak pandangan astronom zaman Yunani Kuno berjudul De Revolutionibus Orbium Caelestium yang berarti peredaran alam semesta. Buku ini ditulis pada tahun 1507, namun tidak segera diumumkan, karena prinsip heliosentris (berpusat pada matahari) bertentang dengan kepercayaan penguasa pada saat itu.
Pokok ajarannya antara lain :
1) Matahari adalah pusat dari system solar. Di dalam system itu, bumi adalah salah satu dari planet-planet lain yang beredar mengelilingi matahari.
2) Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari.
3) Bumi berputar pada porosnya dari Barat ke Timur yang mengakibatkan adanya siang dan malam serta pandangan tentang gerakan bintang-bintang.

Dengan rasionalisme dan empiris yang dikembangkan, ilmu pengetahuan maju dengan pesat, sehingga dikatakan sebagai revolusi ilmu pengetahuan (scientific revolution). Ilmu dipikirkan untuk kesejahteraan manusia (antologi) dan lahirnya ilmu terapan (applied science) memungkinkan terjadinya revolusi teknologi (technological revolution).
Terjadinya revolusi industri (industrial revolution) ialah sebagai jawaban manusia untuk memenuhi kebutuhan akan hasil industri setelah kebutuhan pangan tercapai. Dengan berkembangnya jumlah penduduk, soal pangan kembali menjadi masalah serius. Bioteknologi dikembangkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan elektronika saat itu juga maju pesat.

BAB III
PENUTUP


3.1. KESIMPULAN
Setelah menyusun makalah ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
- IPA adalah suatu ilmu pengetahuan yang cara pembuktiannya melalui pengamatan dan observasi.
- Faktor-faktor yang menjadi pangkal lahirnya IPA diantaranya keingintahuan, mitos, ilmu pengetahuan dan penalaran.
- IPA dapat dikembangkan untuk pendidikan dan kemajuan teknologi

3.2. SARAN
Kami menyarankan pada pembaca untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan alam (IPA) yang nantinya sangat berguna bagi kemajuan pendidikan dan teknologi, bahkan untuk kemajuan nusa dan bangsa.














DAFTAR PUSTAKA

www.makalah-ilmu-alamiah-dasar-pengenalan.html

www.Ilmu-Alamiah-Dasar.htm

www.PerkembanganPolaPikirManusiaBocahfathulhudaBlog.htm

www.google.com

dan link link terkait lainnya.